Di Ratas Kartu Pra Kerja, Jokowi Minta Reformasi Sistem Pendidikan & Pelatihan Vokasi

UANG | 12 November 2019 15:24 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas Program Kartu Pra Kerja. Dalam rapat tersebut, dia mengingatkan dua hal penting dalam implementasi Kartu Pra Kerja.

Pertama, mempersiapkan angkatan kerja baru yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kedua, meningkatkan keterampilan angkatan kerja sehingga lebih produktif dan memiliki daya saing.

"Supaya menjadi catatan kita semuanya 58 persen tenaga kerja kita itu lulusan SMP ke bawah, karena itu reformasi harus dimulai dari hulunya," tegas Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/11).

Reformasi yang dimaksud Jokowi yakni pembenahan dalam sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. Reformasi juga harus memperhatikan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Oleh sebab itu, terkait dengan reformasi pelatihan vokasi saya meminta Kartu Pra Kerja segera diimplementasikan tahun depan," pintanya.

1 dari 2 halaman

BUMN Ikut Terlibat

Jokowi menegaskan, program Kartu Pra Kerja harus dikerjakan secara masif lewat penyedia jasa swasta. BUMN diminta ikut terlibat dengan menyediakan tempat-tempat pelatihan yang layak.

"BUMN juga ikut campur di sini karena BUMN memiliki tempat-tempat pelatihan yang sangat representative, beberapa suara sudah melihatnya," kata dia.

Jokowi melanjutkan, dengan adanya program Kartu Pra Kerja nantinya pencari kerja bisa memilih pelatihan yang diminati melalui platform digital yang disediakan pemerintah. Misalnya pelatihan barista kopi, animasi, desain grafis, bahasa Inggris computer, teknisi programming dan coding.

2 dari 2 halaman

Kartu Pra Kerja

Kartu Pra Kerja merupakan katu yang dikhususkan untuk para anak muda lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, dan politeknik. Para pemegang kartu ini nantinya akan mendapat pelatihan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga di luar negeri.

"Semua dikerjakan oleh instruktur yang punya kualifikasi yang bagus. Sehingga begitu lulus training mestinya kalau training bagus gampang sekali masuk dunia kerja," ucap Jokowi.

Dia mengatakan, pemegang kartu pra-kerja yang belum mendapat pekerjaan, meskipun telah mengikuti pelatihan tak perlu khawatir. Jokowi menjelaskan bahwa pemegang kartu ini tetap akan mendapatkan gaji.

"Kalau belum dapat pekerjaan kartu itu juga akan memberikan kayak honor, kayak gaji gitu. Tapi jumlahnya berapa, masih kita rahasiakan," kata Jokowi disambut tepuk tangan dari para relawan. (mdk/azz)

Baca juga:
Menko PMK Muhadjir Masih Pelajari Program Kartu Prakerja
Kartu Pra Kerja Bisa Dimiliki Pekerja 18 Hingga di Atas 60 Tahun
Menteri Hanif Buka Peluang Gandeng Profesional Kelola Kartu Pra Kerja
Pemerintah Sedang Susun Biaya Insentif Kartu Pra-Kerja
Program Kartu Pra Kerja, Pemerintah Tak Berikan Pelatihan Berbiaya Mahal
Pemerintah Tak Akan Batasi Usia Peminat Kartu Pra Kerja