Di Tengah Pandemi Virus Corona, Indonesia Tetap Bisa Ekspor Baja ke Amerika Serikat

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Indonesia Tetap Bisa Ekspor Baja ke Amerika Serikat
baja. ©2012 Merdeka.com
UANG | 9 April 2020 13:34 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mencatat di tengah perekonomian yang sedang melemah karena terdampak pandemi Virus Corona, kabar gembira datang dari sektor industri logam Tanah Air. PT Tata Metal Lestari, produsen BJLAS (Baja Lapis Alumunium Seng) dan BJLS (Baja Lapis Seng) mengekspor produk pertama kalinya ke beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Puerto Rico dan Kanada.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Dini Hanggandari, mengapresiasi keberhasilan ini. Dia mengatakan, langkah ekspor merupakan langkah yang sangat tepat. Sebab, saat ini utilisasi baja tengah menurun hingga 50 persen karena pemerintah tengah terfokus dalam penanganan Virus Corona.

"Pada dasarnya kalau untuk baja ini kita butuh untuk pemenuhan dalam negeri sendiri. Tapi jika ekspor dilakukan oleh industri yang produknya secara suplai sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, itu (ekspor) sebagai diversifikasi pasar. Jadi itu (ekspor) memang kita dorong," ujar Dini di Jakarta, Kamis (9/4).

"Karena sekarang kan untuk produk hilir demandnya sedang berkurang. Karena orang perbelanjaan banyak ke obat-obatan, masker dan segala macam. Jadi kita berharap adanya diversifikasi pasar dengan melakukan terobosan ekspor. Jadi kita harapkan dengan adanya ekspor ini industri dapat bertahan dalam situasi seperti sekarang ini," sambungnya.

Guna mendorong terobosan ekspor ini pemerintah juga telah melakukan berbagai cara yang dapat memudahkan pelaku industri baja menembus pasar mancanegara. Selain menjamin suplai bahan baku dalam negeri sehingga rantai pasok tetap terjaga, pemerintah juga punya fasilitas FTA dengan negara mitra untuk menurunkan bea masuk produk dari Indonesia.

Selanjutnya mengenai standar yang dibutuhkan untuk menembus pasar ekspor, Dini menjelaskan, pada dasarnya SNI produk baja yang disusun dalam negeri sebagian besar juga sudah mengacu pada standar internasional.

"SNI yang disusun dalam negeri sebagian besar sudah mengacu pada standar JIS dan ASTM. Sehingga secara umum standar internasional dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri apabila industri tersebut sudah memenuhi SNI," jelas Dini.

Baca Selanjutnya: Produk 100 Persen Buatan Indonesia...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami