Di Tengah Wabah Corona, Masyarakat Disarankan Lirik Investasi Saham

Di Tengah Wabah Corona, Masyarakat Disarankan Lirik Investasi Saham
UANG | 17 April 2020 20:21 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Wabah virus corona yang melanda Tanah Air porak porandakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa kali harus menghentikan aktivitas perdagangan sementara di pasar saham Tanah Air.

Hal ini dipicu oleh mayoritas pelaku pasar saham yang kompak melakukan aksi jual saham. Tujuannya tentu menghindari kerugian lebih besar disaat kondisi sulit akibat wabah virus corona.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani, mengkritisi aksi yang dilakukan oleh sejumlah pelaku pasar saham tersebut. Sebab, harga saham yang tengah anjlok bukan saat yang tepat untuk bagi investor untuk melepas aset investasi, khususnya saham.

"Seharusnya masyarakat jangan dulu menjual saham. Ini kan momentumnya sedang tidak tepat," tegas Aviliani melalui video conference di akun resmi instagram Indef, Jumat (17/4).

Menurut Aviliani, saat harga saham sedang turun, justru merupakan momentum emas bagi para investor untuk membeli saham seoptimal mungkin. Sebab, harga saham yang anjlok merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi masyarakat untuk tetap berinvestasi disaat kondisi ekonomi domestik tengah lesu.

Dia melihat peluang emas tersebut belum dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Umumnya mereka lebih memilih untuk mengalihkan investasi dalam bentuk uang tunai yang dianggap lebih aman. "Intinya tidak tepat untuk jual saham," singkat dia.

Baca Selanjutnya: IHSG Terimbas Virus Corona Sandiaga...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami