Digadang jadi Menteri Lagi, Airlangga Diminta Selesaikan Defisit Neraca Perdagangan

UANG | 21 Oktober 2019 14:54 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Politisi Partai Golkar Airlangga Hartarto memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo hari ini, Senin (21/10). Pemanggilan tersebut terkait pembentukan kabinet Jokowi periode II yang akan diumumkan pada Rabu mendatang.

Airlangga mengatakan, dalam pertemuan itu Presiden memintanya untuk menyelesaikan defisit neraca perdagangan yang kian membengkak dalam beberapa bulan belakangan. Presiden Jokowi juga memintanya untuk mengembangkan kawasan ekonomi.

"Tantangan ke depan gimana kita memiliki kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, juga terkait kawasan-kawasan ekonomi," ujar Airlangga di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10).

Airlangga diharap mampu memilih produk unggulan baru yang nantinya bisa mendongkrak ekspor Indonesia. Tentunya, penciptaan produk unggulan tersebut harus melalui kawasan ekonomi industri yang telah ada selama ini.

"Diharapkan kawasan ini bisa memilih beberapa industri unggulan terkait dengan mengurangi defisit neraca perdagangan. Diminta, Pak Presiden meminta, dicarikan produk yang bisa menyelesaikan persoalan neraca perdagangan," jelasnya.

Airlangga juga diminta menciptakan industri yang mampu melakukan substitusi impor. "Bagaimana meningkatkan efisiensi dan peningkatan produksi dan implementasi biofuel dan juga bagaimana mengembangkan kawasan yang bisa menggenjot sektor tekstil dan lain," tandasnya.

Baca juga:
Berkemeja Putih, Pratikno Didampingi Nico Harjanto & Fadjroel Rachman Temui Jokowi
Bertemu Jokowi di Istana, Ketum Golkar Airlangga Mengaku Jadi Menteri Lagi
UPDATE: Daftar Tokoh yang Sudah Dipanggil Jokowi, Ada Orang Parpol
Cerita Mahfud MD Nyaris Masuk Toilet saat Dipanggil Jokowi ke Istana
Erick Thohir, Pengusaha Kelas Dunia yang Dipanggil Jokowi Jelang Pengumuman Kabinet
Nadiem Makarim Mundur, Bagaimana Prospek Go-Jek ke Depan?
Dipanggil Jokowi ke Istana, Para Tokoh Ini Selangkah lagi Jadi Menteri

(mdk/did)