Digitalisasi Bisa Hindari Janji Manis Agen Asuransi

Digitalisasi Bisa Hindari Janji Manis Agen Asuransi
UANG | 27 Oktober 2020 13:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu menyebut bahwa perusahaan asuransi jiwa saat ini perlu melakukan sejumlah otomatisasi sebagai bentuk adaptasi dari digitalisasi. Otomatisasi dalam pelayanan asuransi memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah meminimalisir terjadinya dispute ataupun over promise dari perusahaan asuransi.

"Covid-19 telah menjadi sebuah game changer untuk berbagai sektor perusahaan, tidak hanya di asuransi. Sekarang, penduduk yang ada di Indonesia ada sekitar 270 Juta dengan harapan di tahun 2045 bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja hanya ada sekitar 131 Juta. Jika kita bandingkan dengan jumlah penetrasi yang ada, ini mengindikasikan bahwa kita masih jauh," papar Togar dalam webinar Indonesia Financial Sector (ISFO), Selasa (27/10).

Oleh karena itu, diperlukan beragam penyesuaian dari sisi perusahaan dan sektor tenaga kerja. Hal ini sudah terlihat dari sektor perbankan dan sekuritas yang mulai mengaktifkan layanan melalui digital. "Sekarang kalau mau buka rekening atau nabung di bank kan bisa lewat mobile. Bahkan, saham yang dinilai berisiko tinggi saja sekarang sudah bisa diperjualbelikan daring," ungkapnya.

Meskipun begitu, perusahaan Asuransi Jiwa belum memulai tanda-tanda digitalisasi. Terlebih, karena asuransi jiwa masih menggunakan agen asuransi dalam mendistribusikan produk-produknya. Sementara itu, karena Corona melanda, promosi secara tatap muka mulai berkurang. Alhasil, di tahun 2020, jumlah premi asuransi berangsur turun hingga minus 2 persen.

Togar berharap, perusahaan asuransi dapat lebih mengambil celah dalam memanfaatkan situasi Covid-19. Terlebih, karena beberapa negara sudah mulai menerapkan pelayanan digital. Dalam paparannya, Togar mengambil contoh perusahaan Asuransi Jiwa di Korea Selatan yang sudah menggunakan robot dalam pengambilan klaim.

"Nggak cuma robot, di Amerika Serikat (AS), perusahaan asuransi jiwa sudah memanfaatkan fitur voice recognition. Lewat keberadaan fitur-fitur secara digital ini, paling tidak pelayanan asuransi dapat berangsur cepat. Dalam 30 menit, uang klaim sudah bisa masuk ke pemegang polis," imbuh Togar.

Tak hanya cepat, pemanfaatan digitalisasi di perusahaan asuransi dapat mengurangi adanya bias promosi yang disampaikan oleh agen asuransi. Sehingga, hal ini dapat berdampak dalam mengurangi mis-informasi. "Biasanya orang protes karena agen asuransi itu bisa over promise. Namun, adanya digitalisasi ini, segala sesuatu dapat lebih transparan, karena sudah diatur dari sistem," katanya.

Baca Selanjutnya: Manfaatkan Big Data...

Halaman

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami