Dijual Rp12.000, Mangkuk Kayu Manis Asal Bali Terjual Hingga Eropa

UANG | 15 September 2019 22:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kerajinan mangkuk dari kayu manis tidak hanya dijual di kawasan Pulau Bali, tapi sudah merambah pasar luar negeri seperti ke Eropa. Pembuat kerajinan ini bernama Yumna. Wanita asal Madura Ra'as, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Iya ada yang dijual di sini, ada juga yang order dari luar negeri," kata Ibu Yumna (40) yang merupakan pengerajin mangkuk kayu manis saat ditemui di rumah produksinya, Jalan By Pass Ngurah Rai, Desa Suwung, Gang Wijaya lll, Denpasar, Bali, Minggu (15/9).

Yumna sudah menekuni kerajinan mangkuk 12 tahun yang lalu. Selama ini, kerajinan mangkuk yang dia buat banyak dikirim ke kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan dan Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali.

"Itu bos saya (pengepul) yang order biasanya dari Bedugul, dan dikirim lagi ke luar negeri. Saya hanya pengerajinnya di sini," imbuh Yumna.

©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Yumna juga menjelaskan proses pembuatan mangkuk dari kayu manis ini. Awalnya, dirinya membuat bahan cetakan dari resin bening dan kayu manis dengan berbentuk bulat, oval atau kotak. Kemudian, setelah cetakan kering baru ditempeli potongan kayu manis dengan lem fox warna putih dengan dipoleskan bahan resin.

Setelah kering, baru diamplas halus di dalam gudang dengan menggunakan mesin dinamo. Selanjutnya, kembali dipoleskan resin agar bolong-bolongan kecil mangkuk tertutup kembali. Setelah itu kembali dijemur hingga kering dan tahap akhirnya baru di servis mengkilat.

"Kalau ukuran mangkuknya tergantung orderan dari yang ukurannya kecil sampai besar," ujarnya.

Yumna juga menjelaskan, untuk biaya produksinya termahal terletak pada bahan kayu manis yang didapat dari Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Per kilogramnya mencapai Rp70.000.

Yumna juga menjelaskan, untuk kisaran harga mangkuk dari kayu manis ini, per satu bijinya hanya Rp12.000. Namun, jika membeli satu set atau 3 biji dalam satu set-nya mencapai Rp35.000.

"Kalau bulan ini, orderan yang masuk baru 200 set. Iya Alhamdulillah sudah mulai ramai ketimbang tahun kemarin," ujarnya.

©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Yumna juga menjelaskan, untuk 200 set orderan mangkuk dari kayu manis dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyelesaikannya. Yumna juga menjelaskan, selain mangkuk dari kayu manis, dia juga membuat mangkuk dari bahan kerang dan batok kelapa.

"Iya kalau untuk mangkuk, selain dari kayu manis ada dari kerang ada dari bahan batok kelapa. Tergantung orderan dari bos saya," ungkapnya.

Yumna juga belum bisa menjelaskan omzet perbulannya berapa. Menurutnya tergantung orderan dan dirinya tidak pernah menghitung. "Kalau omzetnya tidak tahu, tergantung orderan. Iya cukup-cukup buat modal dan makan sehari-hari saja," ujar Yumna.

Baca juga:
Bank Mandiri Salurkan Rp251 M ke 3.114 UMKM di 7 Destinasi Wisata Prioritas
Hingga Agustus 2019, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp2,48 Triliun
62 Pelaku Ekonomi Kreatif Dapat Modal Rp100 Juta dari Bekraf
Per Agustus, Kemenkeu Salurkan Pembiayaan Ultra Mikro Rp2,7 Triliun
Menko Darmin Ingin BEI Wadahi UKM Cari Pendanaan di Pasar Modal
Kemenperin Dorong IKM Go Digital Wujudkan Indonesia Menjadi 10 Ekonomi Terbesar Dunia
Kirim Barang Lewat JNE Kini Bisa Bayar Pakai GoPay

(mdk/bim)