Dipercaya Bisa Tangkal Virus Corona, Harga Jahe di Garut Naik 10 Kali Lipat

Dipercaya Bisa Tangkal Virus Corona, Harga Jahe di Garut Naik 10 Kali Lipat
UANG | 4 Maret 2020 19:38 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman menyebut bahwa saat ini harga jahe kian mahal seiring merebaknya virus corona di Indonesia. Selain harganya yang mahal, jahe pun kini sulit ditemukan di pasaran.

"Harga jahe itu di tingkat petani biasanya di kisaran Rp7.000 sampai Rp10.000. Sekarang ini harga jahe di tingkat petani bisa sampai Rp50.000 dan di pasar bisa mencapai Rp70.000," ujarnya, Rabu (4/3).

Haeruman menyebut bahwa mahalnya harga jahe kemungkinan terjadi karena virus corona yang sekarang tengah merebak dan diyakini bisa menangkal. Namun selain hal tersebut juga, mahalnya harga jahe karena saat ini belum masuk pada musim panen.

Naiknya harga jahe sendiri, disebut Haeruman memberikan berkah bagi para petani jahe di Kabupaten Garut.

"Tapi karena sekarang belum musim panen jadinya antara kebutuhan dengan pasokan tidak seimbang," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang wedang jahe di Garut, Deri (27) menyebut bahwa saat ini dia memang cukup kesulitan mendapatkan jahe di pasaran. Selain sulit, harganya pun cukup mahal. "Masa sekilo sampai Rp70.000," katanya.

Dengan sulit dan mahalnya harga jahe, diakui Deri, dia tidak bisa berjualan wedang jahe dengan maksimal karena sedikitnya stok jahe untuk dibuat minuman. Selain itu, meski harga jahe yang mahal dia tidak bisa begitu saja menaikkan harga wedang jahe yang dijualnya.

"Mungkin memang sekarang banyak orang yang beli jahe jadinya pasokan menipis dan harganya jadi mahal. Karena kan katanya bisa menangkal virus corona," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Setelah Masker Giliran Jahe Kunyit...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami