Dipicu Perusahaan Tekstil, Kredit Macet di Solo Naik Tajam

Dipicu Perusahaan Tekstil, Kredit Macet di Solo Naik Tajam
UANG | 9 Maret 2020 16:17 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kredit macet perbankan atau non performing loan (NPL) di Kota Solo terus mengalami peningkatan. Hingga Januari 2020, peningkatan NPL tercatat mencapai 10,26 persen. Angka ini naik signifikan jika dibandingkan dengan Januari 2019 yang hanya 2,08 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto menyebut, tingginya NPL tersebut disebabkan salah satu debitur besar di bidang tekstil yang mulai masuk kategori non-lancar sejak September 2019 lalu. Sehingga pihaknya mempunyai PR besar untuk menangani kasus tersebut.

"Satu debitur ini saja kontribusinya 30 persen terhadap total jumlah debitur yang non-lancar lainnya. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi NPL secara keseluruhan. Karena outstanding-nya besar," ujar Eko kepada wartawan, Senin (9/3).

Eko mengaku telah berkoordinasi dengan industri jasa keuangan untuk melakukan monitoring terhadap memburuknya kualitas kredit ini. Jika kondisi tersebut berlarut-larut tanpa ada penyelesaian, dampaknya akan mengurangi potensi pendapatan industri jasa keuangan.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya. Namun karena bank-bank besar yang memberikan pinjaman berkantor di pusat, pihaknya juga berkoordinasi dengan OJK pusat. Namun karena debitur besar itu berada di Solo, maka mempengaruhi NPL keseluruhan di Solo dan sekitarnya.

Baca Selanjutnya: Tingkat Kredit Macet Tertinggi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami