Dirjen Pajak Beri Sinyal Perpanjang Pembebasan PPh untuk UMKM Hingga Desember

Dirjen Pajak Beri Sinyal Perpanjang Pembebasan PPh untuk UMKM Hingga Desember
UANG | 13 Juli 2020 12:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembebasan pajak penghasilan (PPh) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) rencananya akan diperpanjang hingga Desember 2020. Adapun saat ini pembebasan pajak tersebut diterapkan selama 6 bulan sejak April sampai September 2020.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo menyampaikan, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM sekitar Rp123 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp2,4 triliun digunakan untuk menanggung pajak penghasilan bagi pelaku UMKM yang biasanya dibayarkan 0,5 persen. Suryo mengatakan, insentif pembebasan tersebut kemungkinan bisa diperpanjang hingga akhir tahun ini.

"Salah satu cara bagaimana pemerintah mencoba untuk enggak perlu bayar, nih periode April sampai dengan September, dan kemungkinan juga akan kita perpanjang lagi sampai dengan Desember," ujar Suryo dalam sesi webinar, Senin (13/7).

Suryo menceritakan, pemotongan PPh 0,5 persen sebenarnya merupakan insentif yang telah pemerintah berikan sejak 2018. Sebab, pengenaan pajak penghasilan untuk UMKM sebelumnya lebih besar, yakni 1 persen sejak 2013.

"Paling tidak mereka bisa manfaatkan opsi 0,5 persen tadi untuk menjaga sustainibilitas usahanya, dan diharapkan untuk lebih mengembangkan lagi dengan beberapa program di luar perpajakan tadi," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Kondisi Memberatkan UMKM

umkm rev1

Dia mengakui, kondisi pandemi saat ini telah memberatkan kegiatan usaha UMKM. Oleh karenanya, pemerintah memberi insentif tambahan berupa pembebasan PPh hingga September 2020, plus mungkin 3 bulan berikutnya.

"Bahasa sederhananya gini, pajak penghasilan dibayarin pemerintah. Jadi wajib pajak UMKM gratis bayar pajak sampai dengan bulan September, dan mungkin akan kita perpanjang sampai bulan Desember," pungkas Suryo.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani Ungkap 365.831 WP Terima Insentif Pajak per 30 Juni 2020
Sri Mulyani Beberkan Penyebab Anjloknya Pendapatan Pajak di Semester I-2020
Sri Mulyani: Pendapatan Negara Semester I-2020 Minus 9,8 Persen
Banggar DPR Minta Pemerintah Evaluasi Dampak Insentif ke Target Pajak 2021
6 Perusahaan Global Ditunjuk Jadi Pemungut PPN Produk Digital

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami