Dirjen Pajak tunda kenaikan harga materai

UANG | 1 Juli 2015 22:36 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Maret lalu Direktorat Jenderal Pajak menggulirkan rencana kenaikan tarif atau harga bea materai. Rencana awal, materai yang saat ini sebesar Rp 3.000 dan Rp 6.000 bakal menjadi Rp 10.000 dan Rp 18.000.

Selang empat bulan, Dirjen Pajak Sigit Priadi Pramudito menunda rencana tersebut. Otomatis, harga materai tetap Rp 3.000 dan Rp 6.000.

Sigit beralasan, kenaikan tarif Bea Materai hanya dapat dilakukan melalui perubahan Undang-Undang Bea Materai yang harus dibahas bersama terlebih dulu antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Rencanakan baru akan dilakukan di tahun 2015 ini sebagaimana telah disetujui Rapat Paripurna DPR tanggal 23 Juni 2015 untuk memasukkan perubahan Undang-Undang Bea Materai dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2015," jelasnya di kantornya, Jakarta, Rabu (1/7).

Menurutnya, tarif‎ bea materai tahun ini tidak akan mengalami perubahan kecuali dalam pembahasan dengan DPR disetujui perubahan nilai tersebut.

Kalaupun disetujui tahun ini, kemungkinan besar penerapannya bakal dilakukan minimal tahun depan atau setahun setelah diundangkan. Alasannya, perlu waktu sosialisasi kepada masyarakat dan kesiapan administrasinya.

Terkait rencana pengenaan materai untuk belanja di supermarket, Direktur Peraturan Perpajakan I Irawan menambahkan, materai masih banyak digunakan untuk dokumen yang bersifat perdata. Sehingga struk belanja di mini atau super market tidak perlu menggunakan materai.

"Jadi yang kena dokumen bersifat perdata. Jangan-jangan gara-gara materai Rp 3.000 itu bisa ribut. Ini (struk) sebagai nilai tukar barang aja, bukan dokumen bersifat perdata," ucapnya.

(mdk/noe)