Dirut JNE Buka-bukaan Tips Sukses Hadapi Ketatnya Persaingan Bisnis

UANG | 15 Agustus 2019 07:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Semakin banyaknya pemain di industri jasa pengiriman atau ekspedisi membuat penciptaan inovasi tak bisa dihindari. Seperti yang dilakukan oleh PT Jalur Nugraha Ekakuri (JNE).

Presiden Direktur JNE, Mohammad Feriadi, mengatakan sebagai salah satu pemain besar dalam bisnis jasa kurir di Indonesia pihaknya mempunyai strategi khusus dalam menghadapi persaingan. Salah satunya yakni terus melakukan inovasi dan memperbaiki kualitas pelayanan yang ada di perusahaan.

"JNE terus berbenah, JNE terus memperbaiki diri, kita meningkatkan kita punya kapasitas, kita meningkatkan kita punya kapabilitas dan paling penting kita tetap konsisten menjaga kita punya quality of service," kata Feriadi dalam wawancara khusus yang dilakukan merdeka.com, Selasa (13/8).

Feriadi mengatakan di tengah ketatnya persaingan pihaknya tetap berpegang teguh pada satu prinsip. Baginya, perusahaan tidak memikirkan bagaimana bisa merajai industri yang ada saat ini. Terpenting adalah bagaimana terus bebenah untuk memberikan kualitas pelayanan kepada publik.

"Jadi kalau kita merasa kita ini sebagai juara, fokus kita hanya bagaimana tetap kita bisa menjadi pemenang, bagaimana kita tetap bisa menjadi kita punya kejayaan. Tapi kalau kita sibuk, selalu sibuk memperhatikan kompetitor kita sementara kita tidak memperbaiki kita punya quality of service, tidak memperbaiki infrastruktur sarana dan prasarana yang lain kita pasti akan ditinggalkan," tuturnya.

Dia mengatakan, kualitas pelayanan menjadi suatu hal penting bagi perusahaan dan tidak bisa ditawar lagi. Karenanya, JNE terus melakukan perbaikan secara menyeluruh untuk tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan yang ada saat ini.

Dia tak menampik persaingan industri ini tidak datang dari dalam negeri saja. Pemain luar pun ikut menambah persaingan di lini jasa pengiriman barang.

Namun Feriadi mengaku tidak terlalu khawatir dengan kehadiran para pemain luar yang secara kapital lebih besar dibandingkan dengan perusahaannya. Karena bagi dia, konsumen justru melihat bagaimana pengalaman atau kualitas pelayanan dari perusahaan itu sendiri.

"Saya selalu mengingatkan kepada kawan-kawan siapa sih sebenarnya yang dicari oleh pelanggan? Siapa sih yang akan juara? Tentu perusahaan yang bisa memberikan good customer experience. Kenapa pada akhirnya yang dicari adalah mereka yang komit, mereka yang selalu mendeliver sesuai dengan komitmen," bebernya.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang ada, pihaknya pun berkomitmen melalui persetujuan tingkat pelayanan atau Service Level Agreement (SLA). "JNE selama tetap fokus kepada pelayanan, tetap fokus menjaga bahwa komitmennya pengirimannya next day delivery ya next day delivery jangan pernah delay. Karena sekali kalau kita mengecewakan pelanggan pilihan saat ini banyak sekali," sebutnya.

"Dan ini membuat kita harus berhati hati bagaimana kita punya hubungan baik dengan pelanggan supaya pelanggan ini tetap merasakan bahwa pengiriman JNE, JNE komit kok, JNE bisa tetap menjaga kualitas pelayanannya," sambung dia.

Sebagai pemain lama, JNE kini juga tengah melakukan penyesuaian bisnis model. Sebab, di era teknologi saat ini selain arus informasi yang cepat, kemudahan orang dalam melakukan transaksi pun juga semakin dimudahkan.

Oleh karenanya, pihaknya juga sudah melakukan inovasi dengan berkolaborasi bersama layanan uang elektronik, GoPay yang bertujuan membantu pedagang daring termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempermudah transaksi pengiriman barang

"Itu salah satu inovasi yang kita buat sekarang sudah tidak zaman lagi orang orang kemana mana bawa banyak cash risikonya besar," kata dia.

Dia pun memandang, di era persaingan yang ketat saat ini tidak bisa lagi perusahaan besar menguasai perusahaan kecil. Namun, bagaimana perusahaan mampu membuat bisnis proses seefisien dan secepat mungkin.

"Katanya era saat ini bukan lagi era besar menguasai yang kecil bukan yang kuat menguasai yang lemah tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Bagaimana kita bisa membuat bisnis proses JNE seefisien mungkin secepat mungkin," pungkasnya.

Baca juga:
Wawancara Dirut JNE: Kenaikan Tarif Layanan Tak Surutkan Bisnis Pengiriman
Wawancara Dirut JNE: Bisnis Pengiriman Barang Terciprat Cuan Geliat Jual Beli Online
Kirim Barang Lewat JNE Kini Bisa Bayar Pakai GoPay
Menengok Untung Rugi Kehadiran Blockchain di Indonesia
Kadin: Teknologi Blockchain Bakal Pangkas Biaya Logistik
Ekspansi ke Layanan Logistik & Distribusi, Bizzy Target Omzet Tembus Rp5 Triliun
Antisipasi Ganjil-Genap Asian Games, Kemenhub Siapkan Jalur Khusus Kendaraan Logistik

(mdk/bim)