Diskon Pajak dan Relaksasi LTV Buat Sektor Properti Tumbuh Positif di 2021

Diskon Pajak dan Relaksasi LTV Buat Sektor Properti Tumbuh Positif di 2021
perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro
EKONOMI | 27 September 2021 16:25 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Sektor properti tercatat tumbuh positif di 2021, meski masih diselimuti pembatasan akibat pandemi Covid-19. Setidaknya ada dua faktor pendukung. Pertama yaitu perpanjangan masa berlaku insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen hingga akhir Desember 2021 untuk rumah tapak di bawah Rp2 miliar

Faktor kedua yaitu relaksasi Loan To Value (LTV) yang memungkinkan konsumen membeli rumah dengan cicilan KPR DP 0 persen untuk rumah pertama dan kedua hingga akhir tahun 2021.

Market Behaviour Survey Indonesia Property Watch (IPW) mencatat, sektor properti mulai pulih pada Semester II-2021 dan rumah tapak tetap menjadi favorit pilihan masyarakat. Dari 300-an responden, sekitar 52 persen memilih produk rumah tapak dan 30 persen berminat membeli di rentang harga Rp500 juta-Rp1 miliar.

Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda mengungkapkan 3 alasan utama masyarakat membeli rumah yaitu harga yang terjangkau, program promosi yang menarik dari pengembang, dan cicilan yang fleksibel.

"Tujuan masyarakat membeli properti adalah untuk investasi jangka panjang," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (27/9).

CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady mengaku sependapat bahkan telah membuktikan hal itu. Selama dua tahun terakhir masa pandemi ini penjualan 8 klaster landed house Cendana Series Lippo Village selalu sold out.

"Strategi kami adalah menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau untuk first time buyer market milenial sekaligus untuk investasi masa depan. Pada Triwulan IV-2021 kami akan meluncurkan produk terbaru paduan konsep komersial dan residensial di Lippo Village. Kami optimis akan menutup tahun 2021 dengan pencapaian target yang ditentukan oleh Board."

Pertumbuhan kinerja LPKR didukung oleh keberhasilan penjualan klaster Cendana Series Lippo Village serta penjualan tanah industri, proyek komersial dan klaster perumahan Waterfront Estates Lippo Cikarang. Baru-baru ini LPKR merevisi target pra-penjualan tahun 2021 menjadi Rp4,2 triliun dari estimasi sebelumnya Rp3,5 triliun. Sampai Agustus 2021 LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun.

Dari penjualan klaster kedelapan Cendana Parc North pada 11 September 2021 yang berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp614 miliar, LPKR semakin mendekati angka target.

"Apalagi didukung oleh peluncuran produk properti komersial eksklusif yang jumlah unitnya sangat terbatas 'Hive @ Parc' di Lippo Village pada Triwulan IV-2021." (mdk/idr)

Baca juga:
Dorong Pemulihan Ekonomi, Pameran Properti Tawarkan Bunga 4,75 Persen Selama 10 Tahun
LPCK Sebar Dividen Rp 150 Miliar, LPKR Ikut Cuan
KJIE Selesaikan Pembangunan Proyek RHK Lebih Awal, Hanya 11 Bulan
Diskon Pajak Buat Penjualan Rumah Tapak Tetap Tangguh di Tengah Pandemi
Mau Beli atau Ngontrak Rumah Saja, Cek di Sini Mana yang Lebih Murah
99 Group Hadirkan HarPropNas, Gandeng Developers Terkemuka dan Para Selebriti

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami