Diskon Tarif Tol Saat Mudik Tak Pengaruhi Pendapatan Badan Usaha

UANG | 24 Mei 2019 14:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) yang juga Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, pemberian diskon tarif tol 15 persen saat mudik tak akan menggerus pendapatan masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Kalau mau tahu pendapatan tergerus atau tidak, hitung-hitungannya jumlah volume dikalikan dengan tarif. Karena jumlah volume besar maka tarif kami turunkan sedikit, kami berikan insentif. Jadi tidak pengaruh," kata Desi di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/5).

Dia menegaskan, pemberlakuan tarif ini sebagai upaya konkret para pengelola jalan tol untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus lebaran 2019. Para BUJT juga tidak menuntut insentif apapun kepada pemerintah terkait penerapan diskon ini.

Dia berpesan, meski tarif telah didiskon, para pengendara harus memperhatikan saldo uang elektronik yang akan digunakan.

"Tolong tinggalkan isi ulang uang elektronik itu Rp 100-200 ribu. Karena uang elektronik itu saldo maksimal Rp 2 juta, itu lebih dari cukup untuk mudik Jakarta- Surabaya PP. Jadi tidak kehabisan di jalan tol yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan," tambah dia.

Sebelumnya, Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memutuskan untuk memberikan diskon 15 persen selama arus mudik dan arus balik 2019. Meski begitu, diskon ini hanya diberikan tiga hari saat mudik yakni tanggal 27-29 Mei, dan tiga hari saat arus balik 10-12 Juni 2019.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Seluruh Jalan Tol Diskon 15 Persen Saat Mudik, Cek Jadwalnya
Jasa Marga Sediakan 6 Rest Area di Tol Solo-Ngawi
Ridwan Kamil Beberkan Kendala Pembangunan Proyek Tol Cisumdawu
Tim Tak Lengkap, Menko Luhut Tunda Pembahasan Tol Cisumdawu
Strategi Perum Damri Hadapi Sistem Satu Arah di Tol Trans Jawa saat Mudik 2019
Diskon Tarif Semua Ruas Jalan Tol Saat Mudik Lebaran Diumumkan Besok

(mdk/azz)