Diterapkan 2020, Program B30 Diklaim Kurangi Impor Solar Hingga 9 Juta Kl

UANG | 13 Juni 2019 15:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, program B30 bertujuan untuk mengurangi impor BBM solar, karena 30 persen solar digantikan oleh biodiesel yang bahan bakunya minyak sawit dari dalam negeri. Di sisi lain juga dapat menghemat devisa negara.

"Mudah- mudahan dengan penerapan B30 ketergantungan impor BBM Berkurang," kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menambahkan, dengan dilaksanakannya B30, diharapkan biodiesel dapat menggantikan solar sampai 9 juta Kl senilai Rp 70 triliun. Untuk diketahui, konsumsi biodiesel pada tahun 2018 telah mencapai 3,8 juta Kl

"Kalau B30 ini jalan kita akan saving BBM solar yang sebetulnya secara produksi meningkat. 8-9 juta Kl akan kita hindari impor solar," tuturnya.

Menurut Danan, setelah uji coba B30 dilaksanakan, pemerintah akan menerapkan pencampuran 30 persen biodiesel dengan solar pada 2020. Uji coba dilakukan, untuk menyiapkan dan mempromosikan pelaksanaan program tersebut.

"Mandatori biodiesel 2020 akan kita mulai B30, kegiatan uji coba dilakukan dengan cara uji coba efek yang ditimbulkan pada kendaraan sebelum dan sesudah B30," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Sebut Butuh Kesiapan Wujudkan Program B100
ESDM Tetapkan Harga Biodiesel Pada Mei 2019 Makin Murah
Ada Program B20, Indonesia Sudah Tak Perlu Impor Solar
Produsen Biofuel Ujicoba B30, Ditarget Selesai September 2019
Realisasi B20 Kuartal I 2019 Capai 6,2 Juta KL
Kendaraan Penguji Biodiesel 100 Persen Sukses Capai 6.000 Km

(mdk/azz)