Ditinjau Jokowi, Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Patimban Dikebut

Ditinjau Jokowi, Penyelesaian Pembangunan Pelabuhan Patimban Dikebut
Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 29 November 2019 14:28 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini, Jumat (29/11) meninjau langsung progres pembangunan Pelabuhan Patimban yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

"Hari ini, Presiden Jokowi beserta Menteri Perhubungan Menteri PUPR dan Mentri BUMN akan melakukan tinjauan langsung ke Pelabuhan Patimban. Presiden akan meninjau sejauh mana progres pembangunan pelabuhan ini," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hengki Angkasawan di Jakarta.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional bekerjasama dengan Jepang, yang tengah dikebut penyelesaiannya oleh Kementerian Perhubungan. Pembangunan pelabuhan ini, dilakukan untuk memperbaiki kinerja logistik dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Direncanakan, pada bulan Juni 2020 akan dilakukan soft opening operasional Pelabuhan Patimban yaitu pengoperasian car terminal atau atau terminal untuk bongkar muat kendaraan dan terminal petikemas, yang merupakan bagian dari pembangunan pelabuhan tahap I yang terdiri dari 2 fase. Secara keseluruhan, pembangunan tahap I fase 2 dijadwalkan rampung akhir 2020.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan secara bertahap, dimulai pada tahun 2018 dan ditargetkan selesai seluruhnya pada tahun 2027. Pembangunannya dilaksanakan dalam 3 tahap, yakni tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 juta peti kemas (TEUS) dan 382.000 kendaraan bermotor (CBU) per tahun. Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5,5 juta TEUS dan pada tahap ketiga akan meningkat hingga 7,5 juta Teus.

2 dari 2 halaman

Kurangi Kepadatan Lalu Lintas

lalu lintas rev1

Kehadiran Car Terminal di Pelabuhan Patimban ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Selain itu, Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan yaitu dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas. (mdk/idr)

Baca juga:
Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap Pertama Telan Investasi Rp 29 Triliun
Evolusi Pelabuhan di Era Digitalisasi
Integrasi Pelabuhan Jadi Cara Tekan Biaya Logistik
Permudah Pengguna Jasa, Pelindo II Siapkan Platform Digital Trade Facilitator
Kisruh Pengelolaan Pelabuhan Swasta dan BUMN

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami