Ditolak Uni Eropa, Pemerintah Cari Pasar Kelapa Sawit Baru Hingga ke Afrika

UANG | 12 April 2019 21:37 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pemerintah tidak akan tinggal diam dengan adanya kampanye negatif kelapa sawit Indonesia oleh Eropa. Untuk tetap memasarkan kelapa sawit, pemerintah akan memperluas pasar di Asia dan Afrika melalui Free Trade Agreement (FTA).

"Memang sedang berjalan (perluasan pasar ekspor lewat Free Trade Agreement). Itu Menteri Perdagangan (tugasnya) saya tahu pembicaraan sudah mulai," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perkonomian, Jakarta, Jumat (12/4).

Darmin membeberkan, negara yang tengah dalam negosiasi seperti Pakistan hingga India. Komunikasi dengan kedua negara tersebut terus dilakukan secara intensif. "Rasanya dengan India itu mestinya sudah, Pakistan juga sudah," jelasnya.

Ada satu negara lain yang sedang tahap pendekatan dengan pemerintah dalam rangka ekspor kelapa sawit yaitu Turki. "Turki sudah dimulai dibicarakan juga. Jadi pembicaraan juga juga sudah jalan," kata Darmin.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, pemerintah memang lebih fokus mengembangkan pasar ekspor sawit menuju negara yang menggunakan Palm Oil sebagai kebutuhan sehari-hari. "Dan memang kita dahulukan ke negara yang banyak menggunakan pm oil. Setelah Asia Selatan kita masuk ke Afrika," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Pemerintah Bakal Tinjau Ulang Kerjasama dengan Uni Eropa
Kampanye Hitam Kelapa Sawit oleh Eropa Mulai Berlaku Bulan Depan
Biaya Kampanye Negatif Kelapa Sawit 5 Kali Lebih Besar dari Iklan Coca Cola
Menko Darmin: 19,5 Juta Petani Terdampak Jika Kelapa Sawit Dihambat
Menko Luhut Soal Ancaman Keluar dari Kesepakatan Paris: Amerika dan Brasil Saja Bisa
Menko Luhut Minta LSM Turut Perangi Kampanye Negatif Kelapa Sawit

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.