DKI Terapkan PSBB, BI Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

DKI Terapkan PSBB, BI Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan
UANG | 8 April 2020 12:10 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai 10 April mendatang akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerapan PSBB ini dalam rangka mempercepat penanganan virus corona yang tengah mewabah di Indonesia.

Bank Indonesia (BI) mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah tersebut. Meski begitu, Bank Indonesia memastikan akan tetap beroperasi melayani publik.

Hal ini pun menjadi pengecualian dan berdasarkan pada Pasal 13 ayat 3 dari Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Republik Indonesia No.9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"Dalam pedoman pelaksanaan PSBB, Bank Indonesia, lembaga keuangan, dan perbankan diberikan pengecualian peliburan tempat kerja karena termasuk kriteria kantor atau instansi yang memberikan layanan perekonomian dan keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Rabu (8/4).

Onny mengatakan, Bank Indonesia beserta para regulator akan tetap menyediakan layanan transaksi keuangan dan transaksi pembayaran memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat.

Dalam melaksanakan operasional layanan dan melaksanakan tugas kritikal, BI memperhatikan keputusan Pemerintah, terus memperkuat pelaksanaan K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) bagi pegawai BI dan mitra kerja. Menerapkan mekanisme bekerja dari rumah (work from home) dan bekerja dari beberapa lokasi yang tersebar (split operation).

Dalam menjaga kelangsungan layanan dan tugas kritikal tersebut, BI juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan otoritas terkait lainnya, dalam hal pengaturan dan pemberian akses di lokasi operasional BI. "Jadwal operasional layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah tetap tidak berubah," kata Onny.

1 dari 1 halaman

Layanan Bank Indonesia

indonesia

Adapun layanan yang dimaksud yakni Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP). Lalu Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), Layanan Operasional Kas, Transaksi Operasi Moneter Rupiah dan Valas, serta layanan transaksi keuangan Pemerintah.

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan OJK, Pemerintah, dan otoritas terkait untuk menempuh langkah-langkah kolektif mencegah dan memitigasi implikasi penyebaran Covid-19. Pihaknya juga memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara optimal.

"Sehingga kegiatan ekonomi dan keuangan nasional dapat tetap terselenggara dengan baik," kata dia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Cegah Covid-19, Ini 5 Manfaat Buah Jambu yang Jarang Diketahui
Anggaran Fokus Tangani Virus Corona, Pemerintah Pangkas Proyek Infrastruktur di 2020
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Usul PSSB Klaster Jabodetabek
35.676 Narapidana Dibebaskan untuk Cegah Penyebaran Pandemi Covid-19
Ekspresi Master Limbad Saat Rencana Mudiknya Digagalkan Polisi
20 Juta Penerima Program Kartu Sembako Terima Rp 200.000 Sampai Akhir 2020
Alat PCR Corona Asal Swiss Sampai RI, Bisa Tes Hingga 300.000 Orang per Bulan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami