Dorong Pemulihan Ekonomi, OJK dan LPS Perbarui Kerjasama

Dorong Pemulihan Ekonomi, OJK dan LPS Perbarui Kerjasama
Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com
EKONOMI | 8 September 2020 10:38 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat memperbarui kerjasama dan koordinasi dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kesepakatan ini untuk memperlancar koordinasi sebagai upaya memperlancar dan mengoptimalkan penanganan permasalahan perbankan guna menjaga stabilitas sistem keuangan keuangan.

Nota Kesepahaman ini telah ditandatangani kedua belah pihak pada pertengahan bulan Agustus lalu. MoU ini merupakan tindak lanjut atas UU Nomor 2/2020 tentang Penetapan Perppu 1/2020, Peraturan Pemerintah Nomor 33/2020 dan Peraturan LPS Nomor 3/2020.

"Nota Kesepahaman baru antara OJK dan LPS telah ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah pada pertengahan Agustus 2020 lalu, di Jakarta," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik, OJK, Anto Prabowo dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa (8/9).

Kesepahaman ini menjadi pedoman mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi OJK dan LPS. Antara lain dalam pertukaran data dan atau informasi, pemeriksaan bank, dan pelaksanaan penjaminan simpanan.

Lalu penanganan bank dengan status Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) maupun Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK). Termasuk penanganan bank yang tidak dapat disehatkan dan penempatan dana LPS pada bank selama pemulihan ekonomi akibat dari pandemi Covid-19.

Ruang lingkup kesepahaman OJK dan LPS ini juga dilakukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan penjaminan simpanan dan pengawasan terhadap bank, tindak lanjut hasil pengawasan dan analisis bank, penanganan bank sistemik dan non sistemik.

Lalu penanganan bank yang dicabut izin usahanya, penanganan bank yang membahayakan perekonomian dan pendirian bank perantara. Kemudian penanganan bank yang merupakan emiten atau perusahaan publik. "Dengan berlakunya Nota Kesepahaman yang baru ini, maka Nota Kesepahaman OJK dan LPS yang lama dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank Mandiri Sebar Beragam Promo Rayakan Hari Pelanggan
Skema Baru Penyaluran KPR, Masyarakat Bisa Dapat Bantuan Uang Muka Hingga Rp40 Juta
Kilas Balik Berdirinya OJK dan Tugasnya Sebagai Pengawas Perbankan
Sejarah BI, Berdiri untuk Gantikan Bank Sentral Belanda di Indonesia
Ini Skema Bantuan Pemerintah Pada 4 Kategori UMKM
Alasan Pemerintah Salurkan Banpres Lewat Bank BUMN

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami