Dorong Penyaluran KUR, Mentan Syahrul Minta Eksportir Punya Sertifikasi Khusus

UANG | 19 November 2019 18:55 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta semua eksportir di Jawa Tengah dapat sertifikasi khusus agar mendapat fasilitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) utama perbankan atas rekomendasi dari kepala daerah.

Menurutnya, dengan adanya KUR sebagai sumber pembiayaan yang murah bisa memicu ekspor komoditas pertanian tahun 2020.

"Saya berharap seperti itu, semua eksportir bisa gunakan KUR bunganya 6 persen lebih kecil dari pembiayaan lainnya. Nantinya eksportir mengembangkan usaha bisa kaya, bisa membangun industri lebih baik, dengan membangun industri baik bahan baku banyak, sekaligus menyerap tenaga kerja," kata Syahrul usai melepas ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Selasa (19/11).

Dia menyebut, produk ekspor hasil pertanian memang harus digenjot. Komoditas pertanian Indonesia, harus menjadi komoditas yang diperdagangkan secara internasional.

"Dari Jateng kita ekspor produk pertanian hampir ke seluruh dunia. Di Jateng sendiri menjadi contoh peningkatan ekspor di Indonesia. Saya berharap daerah lain dapat melakukan hal yang sama," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan aneka hasil pertanian Jateng ke sejumlah negara di dunia. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 283 ton hasil pertanian diekspor dengan nilai ekonominya mencapai Rp35 miliar.

1 dari 1 halaman

Komoditas Pertanian yang Diekspor

Beberapa hasil pertanian yang diekspor tersebut di antaranya Porang, Edamame, Bungkil dan minyak Kapok, sarang walet, cengkeh, kopi, biji pinang dan produk lainnya.

"Adapun tujuan ekspor adalah Belanda, Tiongkok, Jepang, USA dan Iran. "Kami sudah mendapat fasilitas dari Kementan yang sangat bagus, ada aplikasi yang dapat dibaca secara real time tentang potensi ekspor pertanian Jateng. Tugas saya adalah melakukan sosialisasi kepada Kabupaten/Kota untuk mengoptimalkan potensi itu," ungkapnya.

Sedangkan, selama ini potensi hasil pertanian banyak yang belum dikelola dengan baik. Padahal, banyak hal yang biasanya dianggap sepele, ternyata laku di pasar ekspor.

"Misalnya daun sirsak kering, tokek, ular, bunga melati, ternyata itu bisa diekspor. Maka kita coba dorong terus agar potensi ini tergarap baik," tambahnya.

Ganjar juga akan menugaskan dinas teknis untuk membantu petani agar komoditasnya bisa masuk standar ekspor. Kalau itu sudah, maka langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar dan juga mempertimbangkan kuantitas yang dibutuhkan.

"Jadi tidak hanya bahan mentah yang di ekspor melainkan bahan yang sudah menjadi olahan. Nanti akan kita undang investor untuk mengolah itu. Saat ini sudah ada pengolahan namun skalanya masih kecil," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jelang Musim Tanam, Kemendes Rintis Program Smart Farming 4.0
'Jan Ethes SP1' Jadi Nama Varietas Anggur baru
Minimalisir Kerugian di Musim Kering, Jasindo Sarankan Petani Ikut Asuransi
3 Target 100 Hari Program Kerja Mentan Syahrul, Termasuk Penggunaan Kecerdasan Buatan
Pengusaha Keluhkan Minimnya Investasi dan Pembiayaan di Sektor Pertanian
Pengusaha Rapat Besar Bahas Produktivitas dan Daya Saing Pertanian

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.