Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Diminta Akselerasi Desa

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Diminta Akselerasi Desa
UANG | 9 Agustus 2020 16:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ketua Dewan Pengawas Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI), Budiman Sudjatmiko menyebut hampir 75 persen seluruh wilayah Indonesia terdiri dari pedesaan. Sementara sisanya adalah perkotaan.

Dia mengatakan, dengan komposisi pedesaan yang luas, pemerintah perlu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di desa. Apalagi beberapa sektor seperti pertanian di pedesaan masih tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19.

"Pertanian masih positif pengadaan air juga masih positif. Negara-negara yang mempunyai tanah yang luas pertanian yang bagus betul betul punya kesempatan untuk segera bangkit," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (9/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II-2020 sektor pertanian tumbuh positif sebesar 16,24 persen. Sedangkan pengadaan air tumbuh 1,28 persen.

Dia mengatakan hampir seluruh sektor pertumbuhan ekonomi berpusat di kota justru mengalami pelemahan. Misalnya saja, industri jasa keuangan, perdagangan, kontruksi, hingga jasa kesehatan mengalami penurunan.

"Angka-angka tadi jelas bahwa aktivitas di kota menunjukkan pertumbuhan negatif sementara desa pertumbuhan positif," kata dia.

Sementara itu, Head of Consulting International Contract Partner RSM Indonesia berpendapat, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi akselerasi tidak hanya berpusat di desa saja. Menurutnya, baik di kota maupun di desa tetap perlu diakselerasi.

"Dua-duanya penting tidak ada satu yang lebih penting daripada yang lain kalau kita bisa bangun. Menurut saya semua prinsip itu punya hak untuk mendapatkan support dari pemerintah untuk membangun. Jadi semua itu saat ini berada di dalam krisis semua straggling dengan problem baik orang dengan bisnisnya semua punya kesulitan dan perlu didukung untuk pemerintah," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Percepat Manfaat Pada Ekonomi Desa, Pemerintah Ubah Fokus Program Padat Karya Tunai
Mendes Abdul Sebut 500 Desa Kekurangan Dana BLT Rp 86,4 Triliun
Mendes Abdul Sebut Program Padat Karya Mampu Tekan Angka Kemiskinan di Desa
Program Pemulihan Ekonomi Nasional Disarankan Fokus dari Pedesaan
Bangun Kampung Internet Mandiri, Warga Garut Sediakan Fasilitas Berselancar Murah
Hanya Dihuni 7 Keluarga Sejak Dulu, Ini 5 Fakta Unik Kampung Pitu di Nglanggeran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami