Dorong Produktivitas, Kemenperin Harap Industri Mainan Bisa Sedot Investasi

UANG | 18 Juli 2019 19:27 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Tiga pameran dagang berstandar internasional digelar secara bersamaan mulai hari ini hingga 20 Juli 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ketiga pameran tersebut ialah pameran mainan dan produk anak 'Indonesia International Toys and Kids Expo 2019 (IITE)', pameran peralatan dan dekorasi rumah 'Indonesia International Gift and Home Expo (IIGH)', dan pameran taman hiburan 'Indonesia International Amusement dan Leisure Expo (IIAE)'.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur Kementerian Perindustrian, Sri Yunianto saat meresmikan langsung dimulainya pameran.

"Penyelenggaraan pameran Indonesia International Toys & Kids Expo (IITE) 2019 adalah momen yang tepat untuk mempromosikan produk mainan anak dalam negeri dan menarik investasi, terutama industri pendukung mainan, agar dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing industri mainan di tanah air," katanya.

Berdasarkan data BPS, jumlah anak usia 0–14 tahun di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 70 juta orang. Hal tersebut merupakan peluang pasar yang cukup besar bagi industri mainan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, setidaknya terdapat 90 perusahaan industri mainan skala menengah besar dan banyak terdapat industri kecil yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, yang berhasil menyerap sekitar 86 ribu tenaga kerja.

Perusahaan-perusahaan tersebut mampu mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 382 juta pada tahun 2018, atau naik 10 persen dari tahun 2017, dan menunjukkan neraca positif sebesar USD 132 juta dari nilai impornya. Di samping itu nilai investasi di sektor industri mainan pada tahun 2018 mencapai Rp200 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa industri mainan nasional merupakan salah satu komoditi yang potensial, dan telah menunjukkan daya saingnya di kancah global.

"Diharapkan melalui pameran ini akan terjadi transfer teknologi dari industri mainan luar negeri yang turut berpartisipasi dalam pameran ini. Selain itu, pameran ini juga diharapkan dapat menjadi peluang bagi industri dalam negeri untuk mencari sumber-sumber bahan baku, teknologi, desain dan hal-hal lainnya yang dapat memperkaya kompetensi industri mainan di dalam negeri," jelas Sri Yunianto.

Tahun ini, animo perusahaan untuk berpartisipasi meningkat 100 persen dibanding tahun lalu dengan melibatkan lebih dari 350 perusahaan besar dari negara Asia Tenggara seperti China, Indonesia, Thailand, Jepang, dan Malaysia. Lebih dari 40.000 produk mainan anak yang menghibur dan mendidik dipamerkan.

Pada waktu bersamaan digelar pameran Indonesia International Gift and Home Product yang menghadirkan produk rumah tangga, aksesoris dan souvenir. Pameran yang digelar untuk pertama kalinya ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnis gift dan home product di Asia Tenggara. Produk-produk yang dipamerkan meliputi kategori produk rumah tangga dari stainless steel, plastik, peralatan memasak, aksesoris dan souvenir.

Berbagai produk rumah tangga berkualitas dari brand-brand ternama dihadirkan. Satu dari sekian brand tersebut yakni Carl Schmidt Sohn dari Jerman yang menghadirkan produk berteknologi ramah lingkungan dan beberapa brand ternama lainnya. Berbagai dekor rumah unik dan estetik juga dihadirkan oleh perusahaan-perusahaan ternama dari 6 negara yakni Indonesia, China, Malaysia, Thailand, India, dan Korea.

"Kami berharap pameran IIGH ini dapat merangsang produsen-produsen lokal untuk bisa bekerjasama dengan para eksibitor international untuk meningkatkan daya saing mereka, baik di pasar lokal maupun internasional," ujar Jason Chen, General Manager ChaoYu Expo selaku penyelenggara pameran.

Pameran lainnya yakni Indonesia International Amusement dan Leisure Expo (IIAE) yang fokus pada kelengkapan Indoor theme park dan water theme park desain dan teknologi terbaru. Pameran ini digelar guna mengakomodasi meningkatnya minat investor atau developer untuk membangun taman hiburan dan rekreasi di Indonesia. (mdk/idr)

Baca juga:
Produsen Benang Ingin Kepastian Pasar Sebelum Terapkan Insentif Potongan Pajak
Menengok Pembuatan Miniatur Sarung Tinju di Bogor
Industri Makanan dan Minuman Kekurangan Garam Produksi
Aturan Baru, Perusahaan di Bekasi Wajib Rekrut Penduduk Lokal jadi Tenaga Kerja
Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah dan DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Desain Industri

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.