Dorong Program Konversi Kompor Listrik, Indonesia Hemat Rp60 T Impor LPG

Dorong Program Konversi Kompor Listrik, Indonesia Hemat Rp60 T Impor LPG
PLN Sosialisasikan Kompor Listrik. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
EKONOMI | 22 April 2021 12:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian memastikan produksi industri dalam negeri mampu memenuhi program konversi 1 juta kompor listrik. Saat ini telah ada dua industri dalam negeri yang sudah memproduksi kompor listrik (induksi).

"Salah satu sektor industri yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat, contohnya adalah produsen kompor listrik," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (22/4).

Menurutnya di tengah situasi pandemi saat ini, sektor industri manufaktur dalam negeri harus terus dipacu untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Apabila sektor industri tetap beroperasi, tentu saja akan memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional.

"Misalnya, selain memenuhi kebutuhan masyarakat, juga akan menyumbangkan kepada devisa dari ekspor dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi yang telah diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan MoU untuk diversifikasi kompor gas LPG menjadi kompor listrik.

Guna mendukung program 1 juta kompor listrik ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier telah memastikan kemampuan produksi dari industri dalam negeri.

"Pertama, PT. Adyawinsa Electrical and Power. Merek produknya adalah Myamin, dengan kapasitas produksi 17.000 unit per tahun untuk satu lini produksi dan dapat ditingkatkan hingga delapan lini produksi. Kemudian PT. Maspion, dengan merek Maspion, yang memiliki kapasitas sebanyak 300.000 unit per tahun," jelas Taufiek.

Di samping itu, Ditjen ILMATE juga sudah melakukan koordinasi dengan PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang telah menyatakan kesiapannya untuk memproduksi kompor listrik. Dengan begitu, pihaknya optimistis industri dalam negeri mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi satu juta kompor listrik.

2 dari 2 halaman

Hemat Rp 60 T Impor LPG

60 t impor lpg rev1

Diketahui bersama, bahwa pemanfaatan listrik sebagai energi rumah tangga memiliki keunggulan lebih hemat, praktis, modern, nyaman, aman, ramah lingkungan (tanpa gas CO), tanpa api.

Selain itu, Kementerian BUMN menyampaikan bahwa pemerintah dapat menghemat Rp 60 triliun dari nilai impor LPG serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar masyarakat dapat beralih ke kompor listrik.

Demikian, untuk memastikan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik ini dapat berjalan dengan dukungan dari industri dalam negeri, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan penerapan kompor listrik/induksi hasil produksi dalam negeri.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
DEN Sebut Energi Baru Terbarukan Solusi Masalah Besarnya Impor BBM dan Elpiji
Harga Luar Negeri Lebih Murah, Menko Luhut Beri Sinyal Akan Impor Gas
Tekan Impor LPG, Pemerintah Tetapkan Harga Khusus Batubara
Istana Sebut Ahok Jadi Komisaris Utama untuk Benahi Pertamina
Tugas Erick Thohir ke Ahok dkk: Kurangi Impor Minyak dengan Berbagai Cara
Menko Luhut: Penerapan B30 Bakal Pangkas Impor Energi 50 Persen
BPH Migas Catat Jargas Tekan Impor Elpiji Hingga Rp 18,08 M per Bulan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami