DPR Nilai IHSG berfluktuasi di Tengah Pandemi Hal yang Biasa

DPR Nilai IHSG berfluktuasi di Tengah Pandemi Hal yang Biasa
UANG | 10 September 2020 14:27 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR, Kamrussamad mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif dalam masa pandemi covid adalah hal biasa tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Hal ini mengkritisi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengatakan ketidakpastian IHSG dipengaruhi akan diterapkan kembali PSBB DKI Jakarta.

"Pemerintah sendiri yang mengatakan bahwa kita dalam situasi extra ordinary. Artinya sewaktu-sewaktu bisa terjadi turbulensi Ekonomi nasional apalagi Pasar Modal seperti IHSG," kata dia di Jakarta, Kamis (10/9).

Dia juga mengkritisi sikap pemerintah yang enggan melakukan lockdown sejak awal untuk mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya, kini Indonesia di lockdown oleh puluhan negara.

"Takut pepanjang PSBB, akhirnya virus membuat peternakan sendiri dalam transmisi setiap komunitas warga," ucap politikus Gerindra itu.

Dia menambahkan, Keputusan Gubernur DKI untuk berlakukan PSBB Ketat mulai 14 september adalah langkah tepat. Karena, dari 34 Provinsi hanya DKI yang memenuhi standar jumlah spesimen warga yang ditentukan oleh WHO 1 banding 1.000.

"Hasilnya semua rumah sakit penuh pasien Covid. Bagaimana dengan provinsi Lain?" tandasnya.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau amblas pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. IHSG merosot ke level psikologis 4.000. Pada awal perdagangan Kamis (10/9), IHSG terjun 154,7 poin atau 2,99 persen ke posisi 4.988,33. Sementara indeks saham LQ45 juga melemah 5 persen ke posisi 863,12.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ketidakpastian indeks ini dipengaruhi oleh pengumuman kembali diberlakukannya PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Berdasarkan indeks, sampai dengan kemarin karena hari ini indeks masih ada ketidakpastian akibat daripada announcement Gubernur DKI tadi malam. Sehingga pagi tadi indeks sudah di bawah 5.000," kata Airlangga dalam Rakornas Kadin Indonesia, Kamis (10/9).

Untuk itu, pemerintah diharuskan menjaga kepercayaan investor dengan diberlakukannya lagi PSBB Jakarta. "Kita juga harus melihat bahwa gas dan rem ini, kalau digas atau direm mendadak itu, tentu kita harus menjaga kepercayaan dan confident daripada publik. Karena ekonomi ini tidak semuanya faktor fundamental, tetapi juga ada faktor sentimen. Terutama untuk di sektor capital market," imbuhnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Airlangga Soal Jakarta PSBB Lagi: Kita Harus Jaga Sentimen Publik
IHSG Anjlok Dipengaruhi Diterapkannya Kembali PSBB Jakarta
Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Kompak Ambruk Dipengaruhi Rendahnya Penjualan Ritel
IHSG Dibuka Melemah, Analis Rekomendasikan 7 Saham Ini
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.765 per USD, IHSG Menguat ke 5.244
IHSG Menguat, Investor Direkomendasikan Beli 8 Saham Ini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami