DPR sebut musuh Presiden Jokowi sudah banyak, termasuk Freeport

UANG | 9 Maret 2017 16:29 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Adian Napitupulu mengaku pernah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara beberapa bulan lalu. Ketika itu, Presiden Jokowi menyebutkan musuh pemerintah sudah semakin banyak.

"Saya ketemu presiden bilang musuh sudah banyak. Terus soal Freeport juga menjadi musuh baru pemerintah," kata Adian diskusi PMKRI Freeport dan Kedaulatan NKRI di Menteng, Jakarta, Kamis (9/3).

Namun, kata Adian, Presiden Jokowi tidak takut terhadap ancaman apapun. Jika diajukan arbitrase, Presiden Jokowi juga pasti akan menghadapinya.

"Belum ada presiden keren mau ditantang arbitrase silakan. Akan ada banyak bentuk intervensi dari Amerika terhadap Indonesia karena Freeport," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Peneliti Tambang Ferdi Hasiman mengatakan bahwa hanya Presiden Jokowi yang membuat peraturan migas dan pertambangan yang ketat. Hal itu yang membuat perusahaan asing bisa kesulitan di bursa saham.

"Belum ada rezim yang membuat aturan ketat seperti Jokowi. Jangan kasus sebelumnya Newmont bukan pengalihan aset tapi perusahaan asing dibikin pulang kampung," tutupnya.

Baca juga:
DPR: Sampaikan ke Trump, Indonesia tak takut ancaman Freeport
Gerak cepat Pemerintah Jokowi rajut strategi akhiri polemik Freeport
4 Alasan Freeport diminta cabut, suku Papua diinjak laiknya binatang
ESDM: Pertemuan Menteri Jonan dan Freeport sudah hasilkan kemajuan
Selesaikan polemik Freeport, ESDM terbangkan tim menuju Papua
Dikabarkan jadi bos baru Freeport, ini kata Tony Wenas
Suku Papua beberkan dampak buruk hadirnya Freeport

(mdk/sau)