DPR Singgung soal 500 Pekerja China di Konawe, Ini Respons Menaker

DPR Singgung soal 500 Pekerja China di Konawe, Ini Respons Menaker
UANG | 8 Juli 2020 18:05 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fitriana Fauzi mempertanyakan keputusan pemerintah untuk mempekerjakan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Terlebih keputusan tersebut diambil saat jutaan tenaga kerja lokal tengah kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

"Sebetulnya spesifik itu apa sih, Bu? Artinya pekerjaan itu sampai kemudian harus didatangkan 500 TKA dari China dan resistensinya besar," ujar dia saat menggelar rapat bersama Kementerian Ketenagakerjaan di Komplek Senayan, Rabu (8/7).

Kemudian, dia juga meminta penjelasan secara rinci dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah terkait spesifikasi jabatan yang akan diisi oleh TKA China. Sekaligus durasi waktu bekerjanya.

"Saya penasaran Bu, karena ini menyangkut nurani kita semua!. Mungkin spesifik pekerjaan tertentu dan jabatan tertentu, itu mohon dijawab," pintanya.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Ida Fauziyah mengisyaratkan keberatannya saat ditanyakan ihwal nurani. Bahkan, dia mengaku ingin menangis saat nurani dikaitkan dengan keputusan pemerintah mendatangkan 500 TKA China.

"Kalau misalnya kami mengeluarkan RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing), bukan berarti kami tidak punya nurani. Saya kira ini, ingin nangis jadinya. Kita bisa mengatasnamakan nurani dengan secara proporsional tentu saja, ya," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Pembahasan Tidak Dilanjutkan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami