Driver Ojek Online Pasrah, Tanpa PSBB Saja Hidup Sudah Susah

Driver Ojek Online Pasrah, Tanpa PSBB Saja Hidup Sudah Susah
UANG | 8 April 2020 17:14 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan diberlakukan di Jakarta mulai Jumat (10/4). Salah satu yang dilarang ialah jasa transportasi ojek online (ojol) untuk mengangkut penumpang kecuali barang.

Adanya aturan tersebut membuat sejumlah pengemudi ojek online, laksana disambar petir di siang bolong. Seperti Dedi yang biasa mencari orderan penumpang di Jakarta Selatan mengatakan bahwa pendapatannya berkurang drastis hingga 90 persen, setelah warga Jakarta mengurangi aktivitas di luar rumah untuk terhindar dari penularan covid-19.

"Ya sebelum apa itu (PSBB). Orderan sudah sepi, sebelum ada covid-19 sehari bisa 20 orderan sekarang paling tiga orderan," kata Dedi melalui sambungan telepon pada Rabu (8/4).

Sedangkan diakuinya sejumlah kebutuhan rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan pangan harus tetap terpenuhi, di tengah tekanan ekonomi yang berat.

Dedi kemudian menyiasati dengan melakukan sejumlah penghematan untuk menekan pengeluaran rumah tangga, seperti membatasi pembelian sembako hingga memanfaatkan bantuan makan gratis di sejumlah wilayah ibu kota.

"Kita sampai segitunya, karena pendapatan harian ojol tidak cukup," keluhnya.

Pada dasarnya, dia mengaku setuju mendukung pelaksanaan PSBB di Jakarta, demi kesehatan pengguna maupun pengemudi ojol. Oleh karenanya, pemerintah segera diharapkan menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat bawah, untuk meringankan beban ekonomi akibat wabah corona.

Dirinya juga meminta pihak aplikator memberikan bantuan insentif berupa pemberian uang tunai ataupun peningkatan bagi hasil kepada ojol oleh aplikator selaku mitra bisnis.

1 dari 1 halaman

Ojek Online Minta 4 Hal ke Pemerintah dan Aplikator

minta 4 hal ke pemerintah dan aplikator rev1

Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mendukung pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, Ketua Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono, mengatakan pemerintah maupun aplikator bisa memberikan bantuan pada pengemudi ojek online.

Pertama, Bantuan Langsung Tunai bagi ojol. Sebab, saat ini makin sulit ojol mendapat order layanan penumpang, semenjak awal penerapan kegiatan masyarakat dibatasi dan dirumahkan.

"Terlebih dilaksanakan penerapan PSBB sehingga penghasilan kami yang turut melayani masyarakat makin turun drastis karena penghasilan kami sebagian besar akan turun, angkutan penumpang memiliki komposisi 70 persen dari total penghasilan kami sehari-hari, walaupun ada sedikit kenaikan di layanan pesan antar makanan namun naiknya tidak signifikan, berkisar 10-20 persen," kata Igun dalam keterangan yang diterima liputan6.com, Rabu (8/4).

Kedua, pemerintah khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar melakukan penerapan relaksasi kredit kendaraan bermotor dengan menyeluruh, tanpa ada nilai kredit yang ditagihkan kepada seluruh debitur sepeda motor, tanpa syarat selama masa pandemi Covid-19 ini.

"Karena sudah sangat sulitnya mendapatkan penghasilan, untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sudah sangat sulit, apalagi harus ada membayar angsuran kredit sepeda motor, sudah tidak mungkin untuk dilakukan lagi untuk saat ini," ujarnya.

Ketiga, aplikator perkecil potongan untuk mitra ojol. Igun mengatakan dari asosiasi Garda, atas dasar terus menurunnya penghasilan ojol maka disampaikan kepada aplikator, agar memangkas atau memperkecil potongan penghasilan mitra ojolnya maksimal 10 persen saja.

"Kalau perlu sementara tanpa ada potongan pendapatan dari aplikator selama masa pandemi Covid-19, karena saat ini pendapatan kami masih dipotong 20 persen oleh pihak aplikator," ungkapnya.

Keempat, pihaknya juga minta kepada pihak aplikator untuk fokus lakukan promosi layanan order pesan antar makanan dan barang kepada para pelanggan pengguna jasa ojek online.

Menurut Igun, aplikator juga berkepentingan agar permintaan order pesan layan antar makanan maupun pengiriman barang dapat meningkat. Di mana, layanan tersebut sebagai dua sumber penghasilan utama mitra ojol selama masa pandemi Covid-19.

"Selain kepada pemerintah dan aplikator, kami asosiasi juga sudah komunikasi dengan MPR/DPR yang langsung direspon oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo, Pimpinan MPR memberikan bantuan langsung berupa pembagian pulsa bagi jutaan pengemudi ojek online di seluruh Indonesia yang distribusinya melalui operator telekomunikasi dan aplikator," tutupnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Ketua KPK Minta Kepala Daerah Tidak Ragu Pakai Anggaran Penanganan Virus Corona
Tenaga Medis Tangani Pasien Corona di Riau Diberi Tunjangan Rp2 Juta per Hari
Menko Muhadjir: PSBB Tak Mudah, Butuh Komitmen Pemerintah & Masyarakat untuk Patuh
Ramayana Depok PHK 87 Karyawan Akibat Covid-19
Membantu Meringankan Beban Sesama di Tengah Pandemi Corona
BPOM Temukan Obat Keras Ramai Dijual di Tengah Pandemi Corona
Kominfo Prediksi Kenaikan Lalu Lintas Data 40 Persen Saat Lebaran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5