Dukung Perkembangan Ekonomi Digital, BI Permudah Perizinan Fintech

UANG | 23 September 2019 13:33 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memajukan ekonomi keuangan digital di Indonesia. Salah satunya dengan mendorong perkembangan industri financial technology (fintech) di Tanah Air.

"Salah satu inovasi stabilisasi saya sampaikan, BI merubah pendekatan sandbox yang selama ini regulatory approach atau pendekatan peraturan menjadi development approach pendekatan membangun," kata Perry saat ditemui dalam acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019, di JCC, Jakarta, Senin (23/9).

Dia mengungkapkan hal tersebut merupakan salah satu kemudahan yang diberikan oleh regulator untuk start up di bidang keuangan. Sebelumnya, regulator hanya menunggu fintech mengajukan izin khususnya terkait payment sistem. Namun dengan adanya inovasi tersebut regulator dan fintech berjalan beriringan terutama dengan adanya sistem pembayaran 2025.

"Melalui sistem pembayaran 2025, kita development approach, artinya kita bergandengan tangan dengan pemerintah, OJK, asosiasi-asosiasi ini, dan juga dunia usaha untuk mari kita kembangkan startup secara bersama," ujarnya.

Start up keuangan tersebut juga meliputi UMKM, untuk pasar tradisional dan untuk operasi keuangan. Kemudian dalam prosesnya, start up tersebut terbagi dua yakni di bawah pengawasan OJK atau BI.

"Regulasi yang pas apa? Kalau regulasi terkait payment sistem ke bank Indonesia, kalau regulasi yang terkait dengan Jasa Keuangan lain seperti crowdfunding, p2p lending itu tentu saja akan ke OJK. kerjasama ini yang terus kita lakukan," ujarnya.

Berdasarkan data OJK, hingga Agustus 2019 OJK tercatat 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital. Tak hanya itu, untuk fintech yang sudah terdaftar dan beriizin tercatat sebanyak 127 perusahaan fintech peer to peer lending.

Baca juga:
Menko Darmin Harap Fintech Bisa Rambah ke Daerah Terpencil
Sri Mulyani Sebut Akses Teknologi di Luar Jakarta Masih Rendah
Fintech Amartha Salurkan Pendanaan Rp1,35 Triliun
Fintech Tokomodal Resmi Kantongi Izin OJK
Aplikasi Tanda Tangan Digital PrivyID Kini Hadir di Investree
OJK: Penawaran Pinjaman Lewat SMS Bisa jadi dari Fintech Ilegal

(mdk/azz)