Edhy Prabowo Sebut Indonesia Masih Butuh Banyak Kapal Ikan

Edhy Prabowo Sebut Indonesia Masih Butuh Banyak Kapal Ikan
UANG | 23 Agustus 2020 20:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo terus mendorong tumbuhnya industri galangan kapal dalam negeri. Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan banyak kapal untuk memaksimalkan produksi dari potensi sumber daya perikanan yang dimiliki.

Adapun potensi lestari sumber daya ikan Indonesia mencapai 12,54 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi mencapai USD 20 miliar per tahun. Dari jumlah tersebut, menurut ketentuan internasional yang boleh dimanfaatkan sekitar 10 juta ton per tahun, atau 80 persen dari seluruh potensi lestari.

"Sementara dari data tahun lalu, produksi perikanan tangkap Indonesia baru mencapai 7,53 juta ton, terdiri dari 92,68 persen, sisanya sebesar 7,32 persen dari perairan umum daratan," ujar Menteri Edhy dalam keterangannya, ditulis Minggu (23/8).

Dari gambaran potensi dan data tersebut, pengembangan usaha perikanan tangkap masih belum optimal, namun prospeknya sangat baik. Itulah sebabnya dia mendorong peningkatkan produksi kapal dalam negeri agar produktivitas perikanan tangkap ikut naik.

Berdasarkan data, ada sekitar 600.000 kapal penangkap ikan di lautan Indonesia, di mana 71 persennya berupa kapal motor dan yang berukuran di atas 30 GT hanya sekitar 1 persen saja. "Indonesia masih memerlukan banyak kapal ikan untuk beroperasi dan menangkap ikan. Pak Presiden juga meminta industri perkapalan terus diperkuat sehingga mampu mendukung pergerakan industri perikanan," terang dia.

Edhy menegaskan, mendorong pertumbuhan industri kapal bukan berarti pihaknya mengizinkan eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya laut Indonesia. KKP berkomitmen dan mengajak semua stakeholders menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan perikanan sesuai kesepakatan internasional agar kelestarian ekosistem terjaga.

Di sisi lain, KKP juga berinovasi dalam memperkuat monitoring penangkapan ikan melalui penerapan E-Logbook, VMS (Vessel Monitoring System), observer on board, serta penguatan integrasi sistem perizinan pusat-daerah maupun pendataan di pelabuhan perikanan. "Jika masih ada nelayan dan pelaku usaha yang nakal, tentu KKP dan aparat penegak hukum lainnya sudah siap dengan tugas dan fungsinya," tegasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Menteri Edhy: Presiden Minta Sektor Maritim Ciptakan Lapangan Kerja dan Devisa
Pemerintah Target Angka Konsumsi Ikan Capai 62,05 Kg per Kapita di 2024
Akibat Gizi Buruk, Ekonomi RI Berpotensi Rugi Ratusan Triliun Rupiah Tiap Tahun
Pemerintah Tangkap 2 Kapal Vietnam Hendak Curi Ikan di Natuna
Menteri Edhy: Potensi Lapangan Kerja 45 Juta, Sektor Kelautan Jadi Andalan Ekonomi RI
Menengok Inovasi Pompa Venturi dari Jepara yang Dapat Penghargaan dari Jokowi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami