Efisiensi Biaya Operasional, Garuda Indonesia Bakal Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan

Efisiensi Biaya Operasional, Garuda Indonesia Bakal Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan
UANG | 14 Juli 2020 13:07 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan maskapai telah melakukan berbagai upaya untuk merespon dampak pandemi Covid-19. Pernyataan itu disampaikannya saat menggelar rapat kerja Bersama Komisi VI DPR RI di Komplek Parlemen.

"Inisiatif yang dilakukan untuk mengelola gap antara total pendapatan dan biaya operasional perusahaan selama Covid-19, terbagi dalam jangka pendek dan perbaikan fundamental jangka panjang," ujarnya.

Irfan mengatakan untuk inisiatif jangka pendek terdapat enam cara yang dilakukan oleh maskapai. Pertama, Optimalisasi pendapatan non penumpang, yakni dengan meningkatkan pendapatan dari layanan cargo dan charter.

"Seperti untuk obat-obatan, alat bantu medis, dan alat kesehatan lainnya. Sedangkan untuk charter, yaitu penerbangan repatriasi warga negara asing ataupun Indonesia dari dan ke Indonesia," jelasnya.

Kedua, Efisiensi biaya dengan melakukan pemotongan anggaran yang tidak memiliki nilai tambah. Ketiga, Penundaan pembayaran sewa pesawat. Keempat, Penundaan pembayaran kepada pemasok Avtur, Maintenance, dan Jasa Kebandarudaraan.

Kelima, Pemotongan gaji karyawan unpaid leave dan penawaran program pensiun dini secara sukarela. Ke enam, restrukturisasi dengan penjadwalan ulang jatuh tempo. Yakni maskapai pelat merah ini menentukannya pada 3 Juni 2023.

Baca Selanjutnya: Inisiatif Jangka Panjang...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami