Ekonom Dukung Pemerintah Terbitkan Recovery Bond Guna Tangani Virus Corona

Ekonom Dukung Pemerintah Terbitkan Recovery Bond Guna Tangani Virus Corona
UANG | 1 April 2020 17:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, mendukung wacana pemerintah menerbitkan recovery bond untuk menambah dana penanganan virus corona atau covid-19.

"Ini kita sedang tidak berdagang, kita tidak ngomongin untung dan rugi, ini yang kita lihat untungnya saja, yaitu manfaatnya karena sekarang ini kita coba lihat dulu peruntukkannya kan,” kata Piter kepada Liputan6.com, Rabu (1/4).

piter menyebut, ada tiga keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari penerbitan recovery bond dari pemerintah. Pertama untuk menanggulangi wabah corona, dan dia yakin seluruh masyarakat Indonesia akan setuju.

"Saya kira semua orang di Indonesia setuju. Kalau pemerintah mengeluarkan pengeluaran lebih besar untuk menanggulangi wabah corona, kan baik tujuannya,” ujarnya.

Keuntungan kedua yaitu dana tersebut bisa digunakan untuk membantu masyarakat terdampak.

Selanjutnya atau yang ketiga yaitu dana tersebut bisa digunakan untuk memberi bantuan kepada perusahaan-perusahaan agar bisa bertahan di tengah pandemi virus corona. Sehingga perusahaan-perusahaan ini diharapkan bisa membantu membangkitkan atau recovery ekonomi.

"Ya itu baik juga kalau perusahaan-perusahaan collapse (runtuh atau bangkrut), yang akan rusak sendiri perekonomian secara nasional, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan meningkat, dan sebagainya, kita tidak melihat untung rugi tapi peruntukkannya untuk sesuatu yang baik," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Butuh Tambahan Anggaran

anggaran rev1

Oleh karena itu, dia menegaskan kembali tidak ada hitungan untung rugi dalam penerbitan recovery bond ini, karena tujuannya untuk yang masyarakat butuhkan.

Sementara itu, jika recovery bond tidak diterbitkan, Piter menilai maka masyarakat Indonesia akan terus berteriak memohon bantuan kepada pemerintah untuk bertahan hidup di tengah pandemi virus corona ini.

"Kalau kita tidak terbitkan recovery bond, terus nanti masyarakatnya teriak-teriak lagi, sekarangkan masyarakat lagi teriak-teriak, bahwasanya meminta pemerintah bantu dong bantu. Kan gak cukup Rp405,1 triliun ini."

Dia mengatakan bahwa Rp405,1 triliun itu diambil dari anggaran yang sudah ada, sebagian lagi harus dianggarkan baru, ada tambahan, lalu yang tambahan ini perlu pembiayaan baru. (mdk/idr)

Baca juga:
Sri Mulyani Beberkan Sumber Anggaran untuk Stimulus Corona Rp405 Triliun
Sri Mulyani Siapkan Rp75 Triliun untuk Tenaga Medis & Subsidi BPJS Kesehatan
UMKM, Berjaya Saat Krisis Moneter 98 Kini Merana Dihantam Corona
Industri Penerbangan Terdampak Covid-19, Ini Respons Sri Mulyani
Menteri Sri Mulyani Tegaskan Penerbitan Recovery Bond Bukan Pilihan Pertama
Dibanding Lockdown, Sri Mulyani Nilai Perpu Lebih Jitu Selamatkan Rakyat Imbas Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami