Ekonom: Lockdown Memang Perih tapi Bisa Dilakukan Jangka Pendek

Ekonom: Lockdown Memang Perih tapi Bisa Dilakukan Jangka Pendek
UANG | 29 Maret 2020 16:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Ekonom Senior Indef, Fadhli Hasan menilai langkah pemerintah menerapkan social distancing dan physical distancing sebagai upaya menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 sangat lambat. Sebab, sejak kasus Covid-19 muncul di Wuhan, pemerintah masih bersikap biasa dan belum melakukan apa-apa.

"Kita harus lihat dalam konteks penanganan kita ke kasus ini agak telat atau lambat karena ada sedikit wasting time dalam jangka watu 1,5-2 bulan ketika kasus ini telah muncul di China melebar, kita belum ada tindakan preventif," kata dia dalam diskusi online di Jakarta, Minggu (29/3).

Dia mengatakan, kebijakan social distancing bisa berjalan efektif apabila pemerintah sudah lakukan dari jauh-jauh hari. Sebab sangat tidak elegan kebijakan ini dikeluarkan setelah adanya masyarakat di Indonesia yang terjangkit positif virus corona.

"Sekarang ini kebijakan social distancing yang dijalankan, efektif kalau misalnya kita tidak telat, tidak lambat dalam menangani kasus ini untuk pertama kali," kata dia.

"Kalau sekarang, keadaan sudah agak sukar lakukan tindakan preventif. Sehingga, kebijakan physical distancing juga kurang tepat lagi," sambung dia.

Dia pun memahami apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk menekan penyebaran virus asal China itu. Namun dirinya menganggap keduanya bukan merupakan kebijakan terbaik.

"Saya kira sekarang saatnya pemerintah ambil tindakan firm tegas. Ini sudah jadi posisi dari berbagai kepala daerah," kata dia.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Diusulkan Lockdown

lockdown rev1

Fadhli menambahkan, saat ini salah satu upaya tepat untuk mencegah lebih luas penyebaran Covid-19 adalah melakukan lockdown. Langkah ini bisa saja dijalankan dalam jangka pendek.

"Lockdown memang perih, berat tapi bisa dilakukan jangka pendek dari pada kebijakan sekarang akan memperpanjang masalah yang ada," kata dia

Di samping itu, langkah penting lainnya juga adalah melakukan karantina wilayah. Di mana, daerah-daerah yang saat ini sudah tersebar Covid-19 atau masuk zona merah maka sudah seharusnya dilakukan karantina wilayah. Sehingga tidak lagi terjadi penyebaran yang lebih luas lagi.

"Jadi, saya kira prinsip yang harus kita pegang adalah bahwa kita harus mendahulukan kepentingan kesehatan dan keselamatan daripada masyarakat tersebut," tandas dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Sejumlah Dusun DIY Lockdown Minimalisir Penyebaran Corona, Ini Tanggapan Pemerintah
Pemkab Berau Putuskan Karantina Wilayah Dua Pekan
Beredar Telegram Penutupan Jalan Jakarta Akibat Virus Corona, Ini Penjelasan Polisi
Jakarta Disarankan Lockdown Mulai dari Tingkat RT
Penyebar Kabar Cipinang Melayu 'Lockdown' Ditangkap Polisi
Istana: Hoaks Jokowi akan Tegur Kepala Daerah yang Lakukan Lockdown

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami