Ekonom Nilai Janggal Sentilan Jokowi Soal PMN BUMN

Ekonom Nilai Janggal Sentilan Jokowi Soal PMN BUMN
Jokowi resmikan merger Pelindo. ©2021 Merdeka.com/Arief Rahman
EKONOMI | 20 Oktober 2021 14:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah menilai, sindiran Presiden Joko Widodo terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkesan aneh. Sebab, sindiran tersebut sama saja menampar kinerjanya sendiri sebagai Kepala Negara.

"Agak aneh juga kalau presiden nyentil kinerja BUMN. Itu kan kinerjanya Pak Jokowi sendiri," kata Piter kepada merdeka.com, Rabu (20/10).

Piter mengatakan, Presiden Jokowi menguasai BUMN sudah hampir tujuh tahun. Seharusnya Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah paham betul mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing BUMN. Sehingga bisa mengambil kebijakan yang tepat.

"Bukan mengkritik. Kritik itu seharusnya dari orang yang tidak punya power," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Jokowi Minta PMN Disetop

pmn disetop rev1

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyindir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerap mendapat proteksi sehingga tidak berani berkompetisi. Proteksi yang dimaksud adalah pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) ketika BUMN mengalami kerugian atau 'sakit'.

"Sehingga kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN terlalu keseringan kita proteksi, sakit, tambahin PMN (Penyertaan Modal Negara), sakit, kita suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," katanya seperti ditulis Antara, Jakarta, Sabtu (16/10).

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (14/10).

"Berkompetisi tidak berani, bersaing tidak berani, mengambil risiko tidak berani. Bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan? Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi-proteksi, sudah lupakan Pak Menteri yang namanya proteksi-proteksi," tegas Presiden.

Presiden Jokowi meminta agar BUMN dapat "go global", bersaing internasional. "Jadi mulai harus menata adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya, paling penting ini. Dunia sudah seperti ini, revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, pandemi," tambah Presiden.

(mdk/bim)

Baca juga:
PMN Sebaiknya Diberikan Jika BUMN Yakin Mampu Cetak Cuan
Komisi VI DPR Dukung Semangat Jokowi Benahi BUMN
Anggota DPR: Kementerian BUMN Dibutuhkan untuk Mengelola Perusahaan Pelat Merah
Pendukung Kenaikan Laba BUMN 356 Persen, Termasuk Penanganan Pandemi Semakin Baik
ICW Soroti Rangkap Jabatan Komisaris BUMN dalam 2 Tahun Jokowi-Ma'aruf
Menteri Erick Catat Transformasi BUMN Cetak Laba Bersih Naik 356 Persen
Jasa Marga Pastikan Informasi Rekrutmen Beredar Saat ini Hoaks, ini Alasannya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami