Ekonom: Perusahaan Rugi Harus Tetap Bayar THR ke Karyawan

Ekonom: Perusahaan Rugi Harus Tetap Bayar THR ke Karyawan
UANG | 26 Maret 2020 15:04 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Peneliti Center Of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Pieter Abdullah mengkritik keras para pengusaha yang merasa keberatan dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ke karyawan di Lebaran tahun ini. Pengusaha beralasan bahwa pembayaran THR cukup memberatkan perusahaan saat ini dunia dilanda pandemi virus corona.

"THR itu kewajiban. Walaupun perusahaan mengalami kerugian tetap THR harus dibayarkan," tegas Pieter saat dihubungi Merdeka.com pada Kamis (26/3).

Menurutnya, pemberian THR merupakan suatu ketentuan yang harus dipatuhi oleh seluruh perusahaan, selama karyawan tersebut masih terikat dalam kontrak kerja yang sah.

Pieter juga menyebut bahwa perusahaan yang memberikan THR terhadap karyawannya, sejatinya ikut membantu pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dalam menggairahkan ekonomi nasional yang tengah lesu akibat pandemi global virus Covid-19.

"Tidak boleh ada potongan (THR), jangan memikirkan diri sendiri," pungkas dia.

1 dari 1 halaman

Pengusaha Minta THR Ditunda

thr ditunda rev1

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi DKI Jakarta mendesak agar pemerintah mengeluarkan kebijakan yang bisa mengurangi beban pengusaha di tengah pandemi virus corona. salah satunya soal kewajiban dalam membayar Tunjangan Hari Raya (THR).

Ketua Umum DPD HIPPI, Sarman Simanjorang mengatakan, di tengah situasi wabah virus corona atau Covid-19 banyak pelaku usaha secara pendapatan tertekan. Untuk itu, dia meminta agar pemerintah memberikan keringanan bagi pengusaha.

"Pengusaha berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan dapat memberikan solusi dalam bentuk kebijakan khusus .Sekiranya pelaku usaha tidak dapat memberikan sama sekali THR atau hannya mampu memberikan 50 persen misalnya," kata dia di Jakarta, Kamis (26/3).

Dia mengatakan sekiranya pemerintah membuka opsi yang memungkinkan agar pemberian THR ditunda sampai keuangan perusahaan memadai. Dia pun menjamin tidak menghilangkan tanggung jawab pelaku usaha, dan seluruh hak-hak pekerja dipastikan terpenuhi.

"Ini harus segera di evaluasi atau ditindaklanjuti oleh Kementerian Ketenagakerjaan agar sedini mungkin dapat melakukan perundingan antara perwakilan pekerja dan managamen perusahaan untuk mencari jalan terbaik," jelas dia.

Di sisi lain, pelaku usaha juga berharap agar para pekerja melalui Serikat Buruh atau Serikat Pekerja dapat merasakan tekanan dan beban pengusaha dalam kondisi seperti ini. Jangan sampai memaksakan sesuatu yang tidak dapat di berikan pengusaha yang ujung ujungnya mengganggu keharmonisan hubungan industrial yang sudah berjalan baik selama ini.

"Bertahan saja sampai badai ini berlalu sudah merupakan sesuatu yang luar biasa. Kita doakan agar masalah virus corona ini cepat berlalu sehingga aktivitas bisnis dan perekonomian dapat pulih kembali," tandas dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Terdampak Virus Corona, Pengusaha Minta Tunda Pembayaran THR Karyawan
Permintaan Naik, Produksi Industri Deterjen dan Alat Kesehatan Terus Digenjot
Industri Telekomunikasi Minta Keringanan Pajak dari Pemerintah
Pabrik Susu Milik Belanda Senilai Rp3 Triliun Mulai Dibangun
Presiden Jokowi: Saya Minta Industri Perkapalan Diperkuat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami