Ekonomi dunia tengah bergejolak, pemerintah berjanji hati-hati susun RAPBN 2019

Ekonomi dunia tengah bergejolak, pemerintah berjanji hati-hati susun RAPBN 2019
UANG | 11 Juli 2018 17:36 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Menteri Keuangan, Sri Mulyani memastikan RAPBN 2019 akan tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan kewaspadaan.

"Dari laporan panja tadi, yang sudah disepakati oleh Banggar terdiri dari empat hal, kami akan melihat range, mulai dari asumsi makronya, pertumbuhan, inflasi, nilai tukar, harga minyak, produksi minyak dan gas, itu akan dijadikan patokan untuk menyusun APBN yang angkanya tidak dalam range, tapi satu angka pasti," kata Menkeu Sri Mulyani, di Gedung DPR RI, Rabu (11/7).

Dia menegaskan, meski RAPBN tersebut sudah disetujui oleh Banggar, namun pemerintah akan terus melakukan evaluasi secara mendalam dalam membuat rancangan nota keuangan negara 2019 final secara lebih hati-hati. Sebab, situasi ekonomi domestik maupun global saat ini dikatakanya masih terus bergerak dinamis.

"Karena situasi sekarang ekonomi sedang cukup dinamis, sementara kami sedang mendesain sesuatu yang baru terjadi nanti 6 bulan ke depan, tentu kami harus terus menerus menjaga kehati-hatian dan kewaspadaan. Bahwa yang sudah dicapai hari ini sangat membantu kami untuk bisa menyampaikan rancangan 2019," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan ada beberapa catatan yang disampaikan oleh anggota Banggar. Catatan tersebut akan menjadi bahan pembahasan pemerintah.

Beberapa catatan tersebut diantaranya adalah masalah anggaran pendidikan dan perencanaan penggunaan anggaran pendidikan, termasuk penggunaan kurikulum, masalah infrastruktur, transfer ke daerah termasuk dana desa.

"Itu akan kami masukkan ke dalam desain dan nota keuangan. Kemudian mengenai range defisit yang disampaikan antara 1,6-1,9 yang ada implikasinya terhadap primary balance dan jumlah surat utang atau pembiayaan yang akan kami lakukan, itu juga dimasukkan di dalam rancangan 2019."

Sebagai informasi, asumsi yang disepakati tersebut yaitu:

- Pertumbuhan ekonomi, 5,2 persen-5,6 persen,
- Inflasi 2,5 persen-4,5 persen,
- Tingkat bunga SPN 3 bulan 4,6 persen-5,2 persen,
- Nilai tukar Rupiah Rp 13.700/USD-Rp 14.000/USD,
- Harga minyak mentah USD 60-USD 70 per barel,
- Lifting minyak 722.000 - 805.000 barel per hari, dan
- Lifting gas 1,21 juta-1,30 juta barel setara minyak. (mdk/bim)


Daftar catatan DPR untuk RAPBN 2019, salah satunya menyorot pemberian PMN BUMN
Sri Mulyani pastikan APBN masih aman di tengah ketidakpastian global
PLN ngaku tak khawatir pemerintah tak tambah anggaran subsidi 2018
Curhat Sri Mulyani, pendidikan pelajar RI kalah dari Vietnam meski diberi dana besar
Pemerintah ajukan Rp 31,6 T PMN dan Rp 44 T target dividen untuk 2019
Songsong revolusi industri ke-4, Menperin Airlangga minta tambahan anggaran Rp 2,35 T
Rapat dengan DPR, bos BKPM minta tambahan anggaran Rp 200 miliar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami