Ekonomi Tak Menentu, Masyarakat Takut Ajukan Pinjaman untuk Modal Usaha

Ekonomi Tak Menentu, Masyarakat Takut Ajukan Pinjaman untuk Modal Usaha
UANG | 29 Juni 2020 18:35 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut bahwa banyak masyarakat menolak saat ditawarkan pinjaman untuk menambah modal usaha. Mereka menolak karena melihat kondisi ekonomi masih tak menentu dan enggan menambah beban baru.

"Rata-rata mereka belum mau ambil pinjaman baru, melakukan top up karena ekonomi masih lesu dan enggak mau kena beban," kata Teten dalam video konferensi, Jakarta, Senin (29/6).

Padahal kata Teten, jika masyarakat mengajukan penambahan pinjaman atau membuat pinjaman baru, pemerintah memberikan relaksasi bunga kredit selama 6 bulan sampai 1 tahun. Hal ini sebagai upaya pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat dalam memulai kembali roda ekonomi.

Namun para pelaku usaha UMKM memilih mendapatkan keringanan kredit ketimbang mengajukan pinjaman baru. "Mereka lebih suka mendapatkan relaksasi dan tambahan modal baru," ungkap Teten.

Kementerian Koperasi dan UKM bersama dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan restrukturisasi kredit senilai Rp 1 triliun. Dana ini nantinya akan dikelola oleh Lembaga Pembiayaan Dana Baru (LPDB) untuk merestrukturisasi kredit koperasi simpan pinjam.

1 dari 1 halaman

Daftar Program Relaksasi

relaksasi rev1

Menurut catatan, saat ini terdapat 266 koperasi simpan pinjam yang bisa mendaftarkan program relaksasi dan tambahan modal kerja baru. Tetapi hanya ada 40 koperasi simpan pinjam yang ditargetkan menerima restrukturisasi. Sebab 40 koperasi simpan pinjam ini sudah terhubung dengan LPDB.

Meski program ini baru sampai pada tahap kesepakatan, tetapi programnya sudah berjalan. Sebab LPDB memiliki sedikit dana yang bisa digunakan untuk program tersebut.

"Jadi sekarang koperasi simpan pinjam bisa akses pembiayaan sampai Rp100 miliar. Paling rendah kemarin Rp50 miliar sampai Rp100 miliar," kata Teten. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Siapkan Rp318 Triliun untuk Borong Produk UMKM
Gerakan Toko Bersama, Upaya Selamatkan Warung dari Dampak Pandemi
Menteri Teten: UMKM Butuh Perusahaan Besar untuk Rambah Pasar Internasional
UMKM Sumbang 61 Persen ke PDB, Tapi Nilai Ekspor UMKM Masih Rendah
Kemendag Beri Pendampingan agar UMKM Rambah Pasar Internasional
Kehadiran Virus Corona Percepat UMKM Go Digital

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami