Ekspansi Bisnis, Startup Bobobox Luncurkan Dua Akomodasi Kapsul di Jakarta

UANG | 22 November 2019 10:43 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Startup akomodasi berbasis teknologi Bobobox meluncurkan dua hotel terbarunya di Kebayoran Baru dan Pancoran, Jakarta Selatan. Dengan dibukanya dua cabang Jakarta ini, Bobobox memiliki total 326 pod yang bisa mengakomodasi hingga hampir 10 ribu penginap setiap bulannya.

Didirikan pada 2017, perusahaan rintisan startup ini memiliki visi memberikan pilihan tidur berkualitas terbaik bagi setiap orang, terutama wisatawan, dengan harga yang terjangkau.

Bobobox juga menyediakan fasilitas tidur on-demand berbentuk penginapan kapsul modular yang terintegrasi dengan aplikasi dan memberikan standardized and customized experience bagi setiap penggunanya, mulai dari jenis kasur, warna lampu, hingga fitur pada aplikasi yang terintegrasi dengan sistem IoT (Internet of Things).

"Lokasi yang prime, pengalaman terstandarisasi, dan harga yang terjangkau adalah tiga hal yang diinginkan setiap traveler, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam satu akomodasi. Bobobox berhasil membawa ketiganya," ujar CEO Bobobox, Indra Gunawan melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (22/11).

1 dari 2 halaman

Mulai Bisnis dari Bandung

Bobobox memulai bisnisnya di Bandung, dan kini telah memiliki tiga cabang di Pasir Kaliki, Dago, dan Cipaganti. Kini, Bobobox memulai ekspansi nasionalnya dimulai dengan pembukaan dua cabang di Jakarta Selatan.

"Kami memulai di Bandung dengan alasan kedekatan tim kami dengan kota Bandung kami berasal dari Bandung, dan yakin pesona Bandung dapat terus menarik wisatawan untuk datang dan menikmati kota tersebut," ujar Indra

Di Bandung, perusahaan memiliki 130 pod di 3 cabang, yang sejak awal berhasil menghasilkan tingkat hunian sebesar 90 persen secara berkelanjutan. Tak hanya mengenai pod, pihaknya juga terus mempromosikan Bandung sebagai tujuan wisata dengan berbagai atraksi.

Presiden Bobobox, Antonius Bong menambahkan, tak hanya di Bandung pihaknya ingin memfasilitasi pelancong milenial dan bisnis yang membutuhkan akomodasi nyaman, menarik, terstandarisasi, namun tetap terjangkau di Jakarta. Dia menilai secara bisnis, pasar di Jakarta jauh lebih besar daripada Bandung dan tingkat mobilitas mereka pun juga sangat tinggi.

"Ini menjadikan Jakarta pilihan yang tepat bagi ekspansi pertama kami, imbuh dia.

2 dari 2 halaman

Ekspansi ke Seluruh Indonesia

Di samping itu, Bobobox juga siap untuk melanjutkan ekspansinya di Indonesia. Dengan jumlah total 326 kamar (pod) di Jakarta dan Bandung, Bobobox siap melanjutkan ekspansi ke beberapa kota besar, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, di 2020.

"Pasar pariwisata di Indonesia dan Asia Tenggara terus berkembang pesat. Dari data World Travel & Tourism Council (WTTC) Indonesia masuk ke jajaran negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat, berada di posisi 9 di dunia, 3 di Asia, dan nomor 1 di Asia Tenggara, mengalahkan Thailand, Filipina, dan Singapura. Pemerintah juga menargetkan kontribusi pariwisata menjadi 8 persen dari sebelumnya 4 persen dari total pemasukan domestik bruto. Untuk menjawab target tersebut, Indonesia punya pekerjaan rumah besar untuk membenahi infrastruktur pendukung, termasuk di bidang akomodasi yang kini tengah diselami Bobobox," ujar Antonius Bong.

Pihaknya pun percaya bahwa untuk memfasilitasi pasar yang besar ini, Bobobox tidak mungkin tumbuh sendirian, karena itu kami selalu mencari rekan untuk berkolaborasi.

"Kami membuka kesempatan bermitra bersama pebisnis atau pengusaha lain, baik individual maupun korporasi, untuk bergabung dan membangun pariwisata Indonesia bersama Bobobox, baik itu melalui program promosi maupun waralaba pembangunan outlet baru." (mdk/idr)

Baca juga:
Prixa, Platform Manajemen Kesehatan Berbasis AI Pertama dari Indonesia
Merdeka.com Wakili Indonesia Sebagai Juri Global Festival Startup Asia di Taipei
DANA Terus Bidik Perluasan Pasar Pembayaran Digital Tanah Air
Setelah Blue Bird, DANA Isyaratkan Gandeng Transportasi Lain
Menteri Bambang Prediksi Indonesia Bakal Punya Dua Unicorn Baru di 2020
Peran Guru Tak Bisa Tergantikan Meski di Era Digital

TOPIK TERKAIT