Elektrifikasi Pertanian Buah Naga di Banyuwangi Naikkan Omzet Petani

Elektrifikasi Pertanian Buah Naga di Banyuwangi Naikkan Omzet Petani
UANG » BANYUWANGI | 26 November 2020 15:49 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - PT PLN melalui program PLN Peduli melakukan elektrifikasi pertanian buah naga di Banyuwangi untuk meningkatkan produksi buah naga di luar musim panen. Di mana PLN memberikan aliran listrik di malam hari dan di setiap pohon untuk membantu proses panen Buah Naga agar hasilnya lebih cepat dan lebih baik.

General Manager PLN UID Jawa Timur Nyoman S Astawa mengatakan, pertanian buah naga di Banyuwangi menjadi produk unggulan bagi daerah tersebut sebab hasil panen buah naga ini telah mencapai sejumlah kota besar di Indonesia hingga menjadi komoditi ekspor.

Penanganan yang maksimal ditambah inovasi petani yang semakin masif membuat tingkat produktivitas hasil panen buah naga semakin tinggi. Salah satunya dengan memberikan penerangan lampu pada tanaman buah naga petani untuk menghasilkan panen sepanjang tahun.

PLN juga menginisiasi integrasi sektor pertanian dan pariwisata petik buah naga dengan melibatkan stakeholder terkait serta memberikan promo kemudahan bagi petani buah naga. Mulai dari diskon pasang baru, diskon tambah data, tarif khusus penyambungan sementara, jemput bola registrasi, konsultasi teknis IML, pembayaran dengan cicilan dan lainnya.

"Hingga 2020 terdapat 3.659 hektar ladang buah naga berlistrik yang produksinya mencapai 944.022 Ton serta menyerap tenaga kerja sebanyak 9.720 orang," kata Nyoman S Astawa, Kamis (26/11).

Salah seorang petani buah naga, Husnul Ibad mengatakan, program ini juga memberikan dampak yang besar. "Sebelum memakai lampu penghasilan untuk 3/4 Hektar hanya mencapai Rp150 juta tapi sekarang bisa berbunga di luar musim sehingga pendapatan bisa sekitar Rp500 juta per tahunnya," ungkap Husnul.

Dengan bertambahnya omzet dari petani di luar musim panen, akan memberikan dampak terhadap proporsi penduduk terhadap akses layanan dasar, peningkatan sanitasi semakin baik karena perbaikan kualitas kehidupan, serta bertambahnya penduduk yang mendapatkan penerangan melalui listrik PLN. (mdk/azz)

Baca juga:
Menkop Teten Perkuat Kemitraan Koperasi dengan TaniHub untuk Serap Hasil Pertanian
Hasil Panen Kentang Petani di Lombok Timur Meningkat 2 Kali Lipat
Menkop Teten Libatkan Koperasi Beli dan Pasarkan Hasil Pangan Petani
Usaha Masih Skala Kecil, Petani dan Peternak Sulit untuk Berkembang
Pemerintah Beri Subsidi Premi Asuransi untuk Petani dan Peternak
Irigasi Tersumbat Jadi Kendala Pengembangan Food Estate di Kalteng

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami