Emiten Properti Optimis Kinerja Positif di 2022, Ini Sejumlah Faktor Pemicunya

Emiten Properti Optimis Kinerja Positif di 2022, Ini Sejumlah Faktor Pemicunya
Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori
EKONOMI | 23 Desember 2021 16:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Emiten properti, PT Repower Asia Indonesia Tbk optimis kinerjanya akan terus bergerak positif pada 2022 dengan strategi pengembangan bisnis yang akan dilakukan perseroan. Selai itu, kinerja perusahaan juga didorong pemulihan ekonomi nasional.

"Repower melakukan lompatan besar di sektor properti dengan kombinasi terobosan pengembangan green project, properti edukasi, dan properti digital. Hal ini merupakan bagian dari adaptasi perusahaan di masa pandemi dan era digital tanpa mengesampingkan core bisnis kami yaitu properti," kata Direktur Repower Asia Indonesia Rully Muliarto ditulis Antara, Kamis (23/12).

Saat ini, emiten berkode saham REAL itu dalam proses pengembangan proyek mixed-used apartemen pesantren bekerjasama dengan Yayasan Daarul Qur’an Mandiri di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang merupakan bagian dari proyek properti edukasi perseroan.

Proyek tersebut juga mengusung konsep pembangunan hijau atau green construction dan memiliki fasilitas penunjang untuk kebutuhan santri-santri yang menempuh pendidikan di sana.

Perseroan akan mempunyai potensi pendapatan berulang (recurring income) sekitar Rp40 miliar setiap tahunnya dari hasil sewa apartemen.

Pola serta konsep tersebut akan dilaksanakan untuk pengembangan Pesantren Daarul Qur’an di seluruh Indonesia ke depannya dengan target 100.000 santri per tahun dengan potensi pendapatan tetap sekitar Rp300 miliar setiap bulan atau sekitar Rp3,6 triliun rupiah per tahun.

2 dari 2 halaman

Incar Bisnis Data Center

Selanjutnya, perseroan juga mengincar bisnis data center yang akan menjadi bagian dari pengembangan properti digital dengan mengkonversi aset gedung perkantoran yang dimilikinya di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang akan mulai beroperasi pada 2022.

Berdasarkan data Structure Research, proyeksi pertumbuhan data center di Indonesia pada periode 2020-2025 akan mencapai 23,5 persen per tahun. Pada 2025, market size-nya diperkirakan akan mencapai USD 618,6 juta.

Dengan pangsa pasar yang cukup tinggi tersebut, Repower akan mengkombinasikan properti dan data center tersebut menjadi properti digital.

Rully menambahkan, dengan rencana-rencana strategis di pada 2022, Repower menargetkan marketing sales sebesar Rp100,81 miliar

"Marketing sales kami targetkan dari proyek Botanical Puri Asri, Pondok Cabe Residence, REAL Data Center dan proyek mix-used apartemen pesantren Pasar Minggu. Dari proyek-proyek tersebut kami menyiapkan capex sebesar Rp95,04 miliar," kata Rully.

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami