Empat Proyek Hulu Migas Beroperasi, Tambah Produksi Gas 80 MMScfd

Empat Proyek Hulu Migas Beroperasi, Tambah Produksi Gas 80 MMScfd
UANG | 8 April 2020 18:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat produksi gas Indonesia bertambah 80 MMscfd, yang berasal dari empat proyek hulu migas telah selesai dibangun pada kuartal pertama 2020.

Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Julius Wiratno mengatakan, empat proyek dikerjakan produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tersebut menyerap investasi sekitar USD 45 juta, memberikan tambahan produksi gas sekitar 80 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan menghasilkan listrik 4 MegaWatt (MW).

"Kami bersyukur empat proyek hulu migas telah dapat direalisasi tepat waktu. Capaian ini merupakan salah satu usaha yang kami lakukan untuk menjaga produksi migas sesuai target," kata Julius di Jakarta, Rabu (8/4).

Ke empat proyek yang berhasil diselesaikan terdiri dari tiga proyek gas dan satu proyek utilitas. Rinciannya adalah Grati Pressure Lowering yang dilakukan oleh Ophir Indonesia (Sampang) Pty. Ltd. di Jawa Timur. Proyek ini bertujuan untuk menghasilkan produksi gas sebesar 30 MMscfd.

Proyek kedua adalah pengembangan Lapangan gas Randugunting oleh PT PHE Randugunting di Jawa Tengah, yang berpotensi memberikan tambahan produksi 5 MMscfd.

Proyek ketiga adalah pengembangan Lapangan gas Buntal-5 oleh Medco E&P Natuna Ltd. di Laut Natuna, memberikan tambahan produksi 45 MMscfd.

Proyek ke empat adalah pembangunan Sembakung pembangkit listrik oleh PT Pertamina EP. Pembangkit yang dibangun akan digunakan untuk mendukung operasi hulu migas di wilayah Kalimantan Timur.

1 dari 1 halaman

Target 11 Proyek Hulu Migas

proyek hulu migas rev1

SKK Migas dan KKKS merencanakan 11 proyek hulu migas yang akan beroperasi pada 2020. Mayoritas proyek merupakan proyek pengembangan lapangan gas. Jumlah proyek ini meningkat dibandingkan tahun 2019 yang hanya ada 9 proyek.

Keberadaan proyek hulu migas akan memberikan kontribusi pada penambahan produksi migas, yang bermuara pada pemasukan negara. Selain itu, proyek-proyek hulu migas juga akan menggerakan sektor ekonomi di daerah dan menciptakan lapangan kerja.

SKK Migas dan KKKS bekerja keras menjaga agar proyek hulu migas yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 dapat direalisasi tepat waktu. Namun menghadapi wabah Covid-19 dan penurunan harga minyak ini, Julius mengaku pihaknya harus duduk bersama dengan KKKS untuk mengevaluasi kegiatan yang dilakukan, termasuk mengevaluasi target capaian proyek.

"Hampir semua KKKS yang kami hubungi meminta akses khusus untuk pekerja dan material yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan yang mereka lakukan. Oleh karena itu kami harus membuat perencanaan ulang. Tujuannya agar kegiatan yang kami lakukan memberi manfaat maksimal bagi negara," tutup Julius.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Penggunaan Gas Meningkat Saat WFH
Imbas Pandemi Virus Corona, Pemerintah Tunda Pelelangan Blok Migas
Tanggulangi Corona, Pengusaha Hulu Migas Gelontorkan Bantuan Rp5 M di 11 Provinsi
Perta Arun Gas Jamin Pasokan Gas Tetap Aman di Tengah Pandemi Covid-19
Ekonomi Melemah, Pemerintah Diingatkan Hati-Hati Turunkan Harga Gas Industri
Transisi Blok Rokan ke Pertamina Dinilai Beri Manfaat ke Masyarakat

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami