Erick Thohir Ajak BUMN dan Universitas Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Erick Thohir Ajak BUMN dan Universitas Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia
EKONOMI | 27 November 2021 16:32 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengajak BUMN, universitas, dan rakyat Indonesia untuk bergotong royong menghadapi tantangan ekonomi global saat ini. Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah bertajuk 'Globalization and Digitalization: Strategi BUMN Pasca-pandemi' di Jakarta, Sabtu (27/11).

"Kita semua, BUMN, universitas, rakyat Indonesia harus berpikir secara gotong royong, bekerja sama untuk membangun fondasi, mencari jalan keluar untuk tantangan global yang kita hadapi," kata Erick seperti ditulis Antara.

Erick mengatakan terdapat tiga tantangan global yang harus dihadapi bangsa Indonesia saat ini, pertama yakni pasar globalisasi yang akan terus dipaksakan dibuka. Kemudian soal distribusi digital yang tidak bisa terbendung, dan terakhir soal ketahanan kesehatan yang tengah ditanamkan di Indonesia, salah satunya melalui penguatan bahan baku.

Terkait pasar globalisasi yang dibahas dalam G20 di Roma, Italia, Erick menyampaikan bahwa di forum tersebut Indonesia menekankan komitmennya dalam mengimplementasikan ekonomi hijau.

"Kalau kita lihat G20 di Roma, banyak negara maju menekankan tentang green economy. Dalam hal ini, Indonesia setuju, sangat setuju. Karena kalau kita bicara green economy adalah bicara masa depan yang terjaga," ujar Erick.

Indonesia punya komitmen yang sama untuk melakukan transformasi tersebut. Tapi, lanjut Erick, jika green economy tersebut disusupi oleh kepentingan agar Indonesia tidak menjadi negara maju, maka Indonesia menolaknya.

"Bapak Presiden Joko Widodo tidak mau mau tandatangan mengenai rantai pasok atau supply chain. Karena kita ditekan harus membuka industri pertambangan kita dan harus dikirim sebanyak-banyaknya ke negara lain," ujar Erick.

Erick menyampaikan, Indonesia tidak anti asing, tapi sudah sewajarnya sumber daya alam (SDA) yang dimiliki dipakai untuk pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar-besarnya. Selain itu, pasar Indonesia yang juga besar harus dipakai untuk pertumbuhan ekonomi bangsa.

"Karena itu, saya membuat statement dan juga Bapak Presiden, bahwa ini adalah sudah waktunya Indonesia menjadi sentra daripada pertumbuhan ekonomi dunia. Ekonomi dunia menjadi bagian pertumbuhan kita, bukan dibalik, kita hanya dijadikan sapi perah saja," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Pemerintah Diminta Tidak Arogan Terhadap UMKM saat PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru
Menko Luhut: Presidensi KTT G20 di Bali Harus jadi Momentum Pemulihan Ekonomi
Kadin Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Lampaui 5 Persen
Bos Bappenas: Percuma Ekonomi Tinggi Kalau Masih Banyak Orang Miskin & Pengangguran
Bos Bappenas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Bisa 5 Persen
Sri Mulyani Harap Ekonomi Kuartal IV Tumbuh di Atas 5 Persen
Harga Minyak Goreng di Jogja Naik Cukup Tinggi, Ini 3 Faktanya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami