Erick Thohir Fokus Benahi Anak Usaha BUMN dan Perusahaan Terlibat Sengketa Hukum

UANG | 20 November 2019 17:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung soal perusahaan pelat merah yang memiliki banyak anak usaha hingga disebut cucu dan cicit. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga.

Arya merujuk pada perusahaan air minum yang merupakan bagian dari anak, cucu, hingga cicit perusahaan BUMN. Menurutnya, jumlah perusahaan air minum terlalu banyak.

"Ini bayangkan ada 11 perusahaan air minum. Kok, banyak sekali? Ini lah yang kita akan lihat lagi," ujar Arya di gedung Kementerian BUMN, Rabu (20/11).

Lanjut Arya, Erick mempertanyakan apa dasar pembentukan anak usaha tersebut. Dirinya akan menelusuri kinerja masing-masing anak usaha. Bila alasan pembentukannya cocok dengan lini bisnis, bahkan kinerjanya baik, maka perusahaan akan dilanjutkan.

"Nanti akan kami konsolidasikan, dilihat mana yang bisa digabung. Kalau rugi dan itu (bisnis air minum) bukan core-nya, ya dievaluasi ulang, bahkan kalau bisa tutup," imbuh Arya.

1 dari 1 halaman

Selesaikan Sengketa Hukum BUMN

Selain itu, Erick juga akan segera menyelesaikan sengketa hukum yang melibatkan BUMN. Hingga saat ini, ada 13 kasus yang harus diselesaikan.

Arya tidak merinci siapa saja yang terlibat kasus hukum tersebut, namun dia menyebutkan beberapa nama.

"Ada Pelindo lawan apa, KAI lawan apa, pokoknya soal aset, padahal ini kan bisa didudukkan sebagai keluarga besar. Kan lucu kalau saling gugat," ungkap Arya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Diharap Lebih Transparan
Sandiaga Uno Tegaskan Tak Ada Tawaran Jadi Direksi BUMN
Menteri Erick Thohir Sentil Gaya Hidup Mewah Bos BUMN Saat Perusahaan Rugi
Sandiaga Ingatkan Menteri Erick Thohir Waspadai Utang BUMN
Staf Khusus Menteri BUMN: Erick Thohir Ingin Pemimpin BUMN Berakhlak Baik
Fahri Hamzah: Masyarakat Keliru Anggap Ahok Tak Miliki Hak jadi Pejabat di RI