Erick Thohir: Kondisi Jiwasraya Sangat Sakit dan Kesulitan

UANG | 29 Januari 2020 15:23 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui bahwa kondisi Asuransi Jiwasraya saat ini sangat sakit dan kesulitan. Perusahaan tersebut memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan juga memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun.

"Kondisi Jiwasraya saat ini tentu sangat sakit dan kesulitan, yang memiliki kewajiban pembayaran klaim kepada pemegang polis sebesar Rp16 triliun dan saat ini Jiwasraya memiliki kekurangan solvabilitas sebesar Rp28 triliun," ujarnya di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (29/1).

Dia mengatakan, Kementerian BUMN sedang melakukan koordinasi dengan Kemenkeu, OJK dan lembaga terkait lainnya untuk menentukan solusi terbaik dalam penyelamatan perusahaan milik negara tersebut. Salah satu upaya yang akan diambil adalah pembentukan holding asuransi.

"Kami terus upayakan kerja profesional dan transparan, karena itu salah satunya step awal mengalirnya dana adalah dengan pembentukan holding asuransi dan penjaminan yang akan memainkan peran penting dalam skema yang nantinya diajukan pemerintah," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Tingkatkan Tata Kelola Asuransi

Holding asuransi juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan asuransi yang baik, terutama dalam pengelolaan investasi, penghitungan kualitas produk, dan fungsi-fungsi compliance dan risk manajemen yang selama ini terabaikan.

"Kami koordinasi dengan Kejagung, bagaimana kami juga, mungkin ini sesuatu yang tidak mudah tetapi recovery aset. Hal yang penting sekali dari pihak Kejagung sudah bicara beberapa kali bagaimana ada juga harta-harta yang disita seperti sertifikat tanah yang jumlahnya hampir 1400 sertifikat," jelasnya.

"Kami juga minta update supaya secara gambaran besar bisnis to bisnis yang bisa kami selesaikan. Tapi juga ada recovery aset yang walaupun dengan sistem keuangan negara recovery aset ini tentu diprioritaskan balik ke negara dulu sebelum ke kami, ini yang kami koordinasi dengan Kejagung," tutup Erick. (mdk/idr)

Baca juga:
PKS Resmi Usulkan Pansus Hak Angket Kasus Jiwasraya
Ketua DPR Klaim Pembentukan Panja untuk Eliminasi Politisasi Kasus Jiwasraya
Fraksi Demokrat Perjuangkan Pembentukan Pansus Hak Angket Kasus Jiwasraya
Pengamat: Negara Tak Perlu Keluar Uang Selamatkan Jiwasraya, Termasuk PMN
Helmy Yahya soal Kasus TVRI Mirip Jiwasraya: Itu Perbandingan Sangat Berbeda

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.