Erick Thohir Ngaku Sering Diancam Setelah Kasus Jiwasraya dan Asabri Mencuat

UANG | 17 Januari 2020 13:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Erick Thohir memang belum lama menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tapi, bulan-bulan awal masa jabatannya digunakan untuk merombak perusahaan BUMN.

Tak hanya itu, dia juga aktif dalam mengorek kinerja BUMN sakit, seperti Jiwasraya yang terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan, melakukan investasi di saham gorengan hingga akhirnya mengumumkan gagal bayar klaim nasabah.

Tentunya, banyak pihak berkepentingan yang tak senang dengan dobrakannya ini. Dia bahkan mengaku mendapat ancaman terlebih setelah kasus Jiwasraya dan Asabri mencuat.

"Saya rasa itu (ancaman) sudah jadi makanan sehari-hari, apalagi dengan Jiwasraya, Asabri," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/1).

Ketika ditanya bentuk ancaman dan teror yang didapat, Erick tidak menerangkan detailnya.

"Macam-macam, tapi kita lillahita'ala. Ketika diberi amanah ya kerjain aja," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Tak Ada Bisa Lari dari Korupsi Asabri

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengaku sedih dengan adanya dugaan penyelewengan dana PT Asabri (Persero) senilai Rp10 triliun. Sebagai jenderal purnawirawan, dia meyakini dana pensiun prajurit tetap aman.

"Uang prajurit aman, tapi kita sedih melihat ini," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (17/1).

Namun demikian, Luhut menyarankan pengelola Asabri dilakoni oleh kaum profesional. Hal ini sekaligus mematahkan jika Asabri hanya bisa diisi oleh tentara.

"Jadi diisi sama orang ngerti atau TNI juga bisa tapi harus yang profesional, kan banyak, seperti saya kan juga ngerti uang. Jadi jangan yang enggak ngertilah, supaya tidak dibodohi sama yang ngerti. Nanti sahamnya bisa digoreng-goreng," sambungnya.

Sebab kata Luhut, data saham sudah bisa dilihat kapan saham itu dimainkan. Meski sudah membantah namun jejak yang dilakukan sudah tercatat. Hal ini pun sudah diperintahkan presiden untuk segera diselesaikan.

"Jadi saya pikir tidak akan bisa lari. Bilang saya enggak ada korupsi, tapi kau main goreng-goreng saham. Pasti akan kena semua," tutup Luhut.

Laporan yang diterima Luhut dari Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memang terlihat ada permainan dana di situ. Sehingga perlu segera dibenahi.

Dia melanjutkan BUMN sudah memiliki cara menangani kasus yang terjadi di Asabri. Dia memperkirakan akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. "Mungkin dalam bulan ini itu akan segera," kata Luhut. (mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut Usul Tersangka Kasus Jiwasraya Dimiskinkan
Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Cekal 13 Orang
Kejagung Periksa Pejabat PT Hanson International Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya
Wakil Ketua Sebut Panja Bentuk Respon Cepat DPR Terhadap Kasus Jiwasraya
Kasus Jiwasraya, Kejagung Sita Mobil dan Sertifikat dari Tersangka Syahwirman

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.