Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi PTPN Usai Miliki Utang Rp48 T

Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi PTPN Usai Miliki Utang Rp48 T
Menteri BUMN Erick Thohir di Rapat Gabungan DPR. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo
EKONOMI | 9 Juni 2020 18:34 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengatakan saat ini PT Perkebunan Nusantara (PTPN) tengah dalam kondisi berat. Perusahaan tersebut tercatat memiliki utang sebanyak Rp48 triliun.

"Karena PTPN holding punya total utang Rp48 triliun. Ini akan saya sampaikan detail untuk program kelanjutan," ujar Menteri Erick Thohir saat rapat dengar pendapat dengan DPR, Jakarta, Selasa (9/6).

Akibat adanya utang tersebut, Menteri Erick pun melakukan sejumlah langkah efisiensi. Salah satunya dengan mengurangi sejumlah direksi mulai dari PTPN 1 hingga PTPN 14.

"PTPN dalam kondisi berat, dengan segala hormat kita lakukan efisiensi besar-besaran kemarin banyak sekali PTPN 1 hingga 14. Jumlah direksi harus kita pangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direkturnya," jelasnya.

2 dari 2 halaman

PTPN Fokus Produksi Komoditas Pangan Demi Lepas Jerat Impor

produksi komoditas pangan demi lepas jerat impor rev1

Dia menambahkan, ke depan PTPN akan difokuskan untuk menghasilkan komoditas pangan seperti gula untuk menjamin stok dan harga dalam negeri. Sehingga, Indonesia tak lagi ketergantungan gula impor untuk mencukupi kebutuhan.

"Kita tidak mau hentikan program inti plasma tebu rakyat dan perkebunan lainnya yang juga padat karya. Apalagi saat ini harga bahan pokok khususnya gula mahal, supaya kita jaga jangan sampai anjlok," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
BUMN: Hasil Lelang Gula PTPN II Rp12.500 per Kg, Proyek Tender Hanya 5.000 Ton
Kemendag Siap Tindak Tegas PTPN II Jika Tak Turunkan Harga Gula
Usai Diangkat, 1.542 Karyawan PTPN V Didaftarkan sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
PTPN V Bangun Pabrik Kelapa Sawit Kapasitas 30 Ton per Jam di Pelalawan
Salurkan Rp10 Miliar, Total Dana PKBL PTPN V Capai Rp101,2 Miliar
Demo Tolak Perumahan Rusuh, Kantor Perumnas dan PTPN Deli Serdang Dirusak
Kasus Suap, KPK Periksa Zainal Abidin dan I Kadek Kertha Laksana

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami