Erick Thohir Sebut PMN Sebesar Rp37 Triliun di 2021 Bakal Jaga Perekonomian Nasional

Erick Thohir Sebut PMN Sebesar Rp37 Triliun di 2021 Bakal Jaga Perekonomian Nasional
UANG | 14 Agustus 2020 21:16 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri BUMN Erick Thohir menyiapkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp37,4 triliun yang masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Pemberian bantuan ke perusahaan BUMN ini diyakini bakal menjaga perekonomian nasional.

"Kami di Kementerian BUMN akan terus melakukan transformasi yang selama ini sudah dilakukan sehingga good corporate governance dan transparansi yang sudah dilakukan berjalan baik sehingga berkontribusi pada negara," ujar Menteri Erick dalam konferensi pers RUU APBN 2021 dan Nota Keuangan di Jakarta, Jumat (14/8).

Erik Thohir mengatakan bahwa salah satu BUMN yang bakal memperoleh PMN, yakni PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp6,2 triliun. Dana itu akan digunakan untuk membangun jalan tol di wilayah Sumatera dalam rangka menjaga kesenjangan pertumbuhan ekonomi antara Jawa dan Sumatera.

"Saya juga sudah mendapat laporan langsung ketika jalan tol yang tersambung dari Palembang dan Lampung, konsumsi listrik meningkat, karena itu kami melihat jalan tol Sumatera ini memang menjadi sebuah kebijakan yang harus diteruskan dan Insya Allah menjaga keseimbangan ekonomi," kata Erick.

Selain itu, PT Pelindo III dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC juga mendapatkan PMN, diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata maritim.

"Kita ingin memastikan Bali menjadi hub untuk tourism nasional, selama ini untuk pariwisata maritim masih ketinggalan," ucapnya.

Erick memaparkan bahwa Pelindo III membangun Pelabuhan Benoa di Bali. Diharapkan, pembangunan itu dapat menghubungkan pariwisata di Bali dengan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

"Pelabuhan Benoa itu menjadi pelabuhan tourism yang juga bisa meningkatkan untuk pertumbuhan ekonomi maritim sehingga disambungkan juga dengan konektivitas kepada Labuan Bajo," kata Erick.

Sementara ITDC, lanjut dia, akan terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Baca Selanjutnya: Bangun Kawasan Industri Batang...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami