Erick Thohir: Staf Krakatau Steel akan Dikeluarkan Jika Terbukti Terlibat Teror

UANG | 15 November 2019 10:38 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan jika karyawan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang ditangkap Densus 88 Antiteror terbukti benar-benar terlibat dalam aksi teror, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan dan bukan lagi menjadi bagian Kementerian BUMN.

"Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN, hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini," kata Erick melalui keterangan resminya, Jumat (15/11).

Menurutnya, terorisme merupakan tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital atau strategis, juga mengancam keamanan negara.

"Saya rasa tidak ada satu orang pun yang mendukung aksi teror," katanya.

Dia pun mendukung proses kerja polisi dan aparat dalam memerangi terorisme. "Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme, di mana pun itu, bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia," katanya.

1 dari 1 halaman

Terduga Teroris Menjabat Supervisor

QK (50) salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Banten bekerja sebagai supervisor di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sebelumnya, tim Densus menangkap empat terduga teroris di wilayah Banten.

"Bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk," kata Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Pria Utama, berdasarkan rilis yang diterima, Jumat (15/11).

Dia menegaskan, manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mendukung langkah-langkah yang dilakukan kepolisian dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia.

"Atas berita penangkapan tersebut, segenap Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku," katanya. (mdk/azz)

Baca juga:
PT Krakatau Steel Sebut Satu Terduga Teroris Diamankan Posisi Supervisor
Pasca-Bom di Medan, Polresta Surakarta Ajak Ojek Online Lawan Radikalisme
Rumah Guru Ngaji Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Kembali Digeledah
Densus 88 Tangkap Pasutri Terduga Teroris di Cianjur
Lima Hari Terakhir, Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris
Napiter yang Berhubungan dengan Istri Bomber Medan Pindahan dari Rutan Mako Brimob