Erick Thohir Target Vaksin Merah Putih Bisa Produksi Mei 2022

Erick Thohir Target Vaksin Merah Putih Bisa Produksi Mei 2022
vaksin covid-19. ©REUTERS/Thomas Peter/File Photo
EKONOMI | 30 Juli 2021 15:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menargetkan vaksin Merah Putih bisa diproduksi mulai Mei 2022 mendatang. Sejauh ini Bio Fama sendiri masih melakukan tahap uji praklinik.

"Kami usaha ya, mudah mudah di pertengahan tahun depan bulan Mei-Juni kita bisa mulai (produksi)," kata Menteri Erick dalam acara BUMN Sehat dan Kuat, Demi Akselerasi Kebangkitan Ekonomi, Jumat (30/7).

Menteri Erick mengatakan, saat ini Bio Farma sudah sudah mempunyai lini produksi baru. Dari tadinya hanya 1 miliar produksi, sekarang mempunyai tambahan 500 juta produksi.

"250 juta sudah produksi sekarang, salah satunya kami konvert yang tadinya bahan baku sinovac menjadi vaksin, yang 250 juta masih tentu proses perizinan dari BPOM. Nah yang ini fasilitas-fasilitas ini yang kita bisa untuk vaksin Merah Putih," terangnya.

Sebelumnya, Bio Farma (Persero) target mulai produksi Vaksin Merah Putih per April 2022. Ini lebih cepat dari proyeksi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, yang mematok vaksin karya anak bangsa ini mulai diproduksi pada kuartal keempat tahun depan.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, Vaksin Merah Putih saat ini masih dalam tahap uji praklinik, dan perlu melewati beberapa tahap uji klinis. Secara jadwal, dia menargetkan Vaksin Merah Putih bisa memperoleh izin penggunaan dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada Maret 2022 mendatang.

"Kita masih akan melewati beberapa tahap uji klinis. ditargetkan nanti Maret 2022 terutama yang vaksin BUMN yang dikembangkan oleh Bio Farma itu sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Sehingga bulan April 2022 kita boleh produksi 2022," terangnya saat menggelar rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (7/7). (mdk/idr)

Baca juga:
Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Sumut Kedatangan 70.000 Dosis Moderna
Kekurangan Stok Vaksin, Pemprov Sumsel Kirim Surat ke Kemenkes
Vaksinasi Covid-19 di Terowongan Kendal
Pedagang Sesalkan Kewajiban Kartu Vaksin di Pasar Tanah Abang
CEK FAKTA: Kemenkes Tegaskan Kabar Perubahan Jadwal Vaksin Penyintas Covid-19 Hoaks
Gubernur Bali Sebut 60 Persen Pasien Terpapar Covid-19 Karena Belum Divaksinasi
Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin, Ini Aturan Baru Perjalanan di Bandara Kualanamu

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami