ESDM Catat Cadangan Minyak RI Kurang dari 10 Tahun

ESDM Catat Cadangan Minyak RI Kurang dari 10 Tahun
UANG | 14 Januari 2020 16:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Mustafid Gunawan mengatakan, pada 2019 cadangan minyak Indonesia mencapai 3.775 miliar barel, sementara cadangan gas mencapai 77 triliun kubik fit.

"Jumlah cadangan berbeda dengan tahun lalu, karena metode berbeda kategorisasi, secara internasional ada kriteria yang berbeda yang dikategorikan jadi cadangan berubah," kata Mustafid, di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/1).

Jika tidak ada kegiatan pencarian kandungan minyak dan gas baru, dengan tingkat produksi produksi minyak sebesar 745 ribu barel per hari dan 1,282 juta barel setara minyak, maka cadangan minyak Indonesia hanya cukup 9,22 tahun lagi, sedangkan gas hanya 21,86 tahun.

"Kemudian untuk resources di sini 9,22 tahun dengan cadangan yang ada kalau tidak ada cadangan baru," tuturnya.

Dia memastikan, cadangan tersebut akan bertambah dengan disetujuinya rencana pengembangan (Plan Of Development/POD) blok migas, sehingga akan meningkatkan temuan cadangan migas baru.

"Seperti yang sudah kami sampaikan ada POD ini akan menambah dari sisi produksi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Jepang Tertarik Investasi Sektor Migas

investasi sektor migas rev1

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu dan rombongan di Kantornya, Jakarta. Adapun kedatangannya terkait dengan rencana investasi di Indonesia.

Dia mengatakan, Jepang tertarik untuk investasi di sektor perikanan dan energi. Sementara, untuk nilai investasi dan lokasinya belum bisa dipastikan mengingat bakal ada pertemuan kembali antara pemerintah dan Jepang pada Kamis (16/1).

"Dia mau investasi untuk ikan dan juga minyak mungkin gas. Lokasi belum tahu nanti kita liat nanti. Kami baru bicara (lebih jelas) tanggal 16 Januari," ujarnya di Kantornya, Jakarta, Jumat (10/12).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu di Istana. Dalam pertemuan, Jokowi mengajak pelaku usaha Jepang melakukan investasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

"Saya ingin mengajak Jepang melakukan investasi di Natuna," kata Jokowi di Istana Merdeka.

Kepala Negara mengapresiasi kerja sama RI-Jepang di Natuna yang sudah terjalin, yaitu pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu untuk fase pertama. "Saya harapkan usulan pendanaan untuk fase kedua dapat segera ditindaklanjuti," kata Jokowi.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Moeldoko dan Ahok Siap 'Gigit' Mafia Migas dan Turunkan Harga Gas Industri
Bos SKK Migas Sebut Sisi Distribusi Perlu Dibongkar Untuk Turunkan Harga Gas
Jepang Tertarik Investasi di Sektor Perikanan dan Migas RI
Jokowi Diminta Dorong Pembangunan Depo Minyak di Batam yang Tertunda Sejak 2012
PHE Jambi Merang Catatkan Produksi 4.468 BPOD Sepanjang 2019
Tak Ada Investasi Masuk, Produksi Minyak Blok Rokan Terjun Bebas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami