ESDM Lelang 5 Blok Migas Gunakan Sistem Gross Split di Awal 2019

UANG » MAKASSAR | 30 Januari 2019 16:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melelang 5 wilayah kerja atau blok minyak dan gas bum‎i (migas) untuk tahap awal 2019. Lelang ini menggunakan sistem bagi hasil migas gross split.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, lelang blok migas tahap pertama pada 2019 rencananya dilakukan pada awal Februari.

"Tahap awal 5 blok.‎ Kalau bisa minggu depan, Februari awal," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/1).

Menurut Arcandra, blok migas yang dilelang berupa penawaran langsung dan konvensional, salah satu di antaranya adalah Blok Makasar‎ Strait yang berdekatan dengan proyek Indonesian Deep water Development (IDD).

"Makasar starit salah satunya, ada.‎ Tanpa West Seno‎," ujarnya.

‎Terkait dengan lapangan West Seno, telah dipisahkan dari Blok Makasar Strait, kemudian digabungkan dengan Blok Rapak. Atas keputusan tersebut akan dilakukan perubahan amendemen kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) proyek Indonesian Deep water Development yang digarap Chevron.

"Sedang dievaluasi, sedikit lagi, ada beberapa lagi yang diklarifikasi. West seno masuk Bangka," ‎tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Proyek Lapangan Migas Laut Dalam Chevron Segera Masuk Tahap Konstruksi
Harga Minyak Dunia Anjlok Dipicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi
Menteri Sofyan Djalil Janji Beri Kemudahan Pembebasan Lahan Pengeboran Minyak
Genjot Eksplorasi, SKK Migas Kini Bisa Lakukan Pembebasan Lahan Demi Kepentingan Umum
Kilang Plaju Pertamina Produksi Biosolar
Mckenzie Puji Penerapan Sistem Bagi Hasil Migas Gross Split RI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.