ESDM Luncurkan Aplikasi agar Data Penjualan Batubara Presisi

UANG | 13 September 2019 13:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menerapkan digitalisasi sistem pelaporan penjualan batubara, dengan meluncurkan aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP). MVP merupakan salah satu aplikasi pada sektor minerba yang diinisiasi Kementerian ESDM, untuk meningkatkan akurasi data penjualan batubara yang selama ini masih simpang siur.

"Memang modul ini sangat luar biasa, karena selama ini kita selalu ditanya BPK, KPK, dan DPR adanya perbedaan data antara negara importir dengan data BPS, bea cukai, dan data Kementerian Perdagangan," kata Direktur Jenderal Jenderal Mineral Batubara (minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot, saat meluncurkan aplikasi MVP, di Bandung, Jumat (13/9).

Menurut Bambang, aplikasi ini akan meningkatkan penerimaan negara, sebab segala kewajiban perusahaan batubara terhadap negara harus dipenuh‎ terlebih dulu sebelum melakukan transaksi. Jika tidak maka transaksi jual beli batubara tidak bisa dilakukan karena pemerintah tidak akan mengeluarkan dokumennya.

"Kami mohon dukungan KPK, KSOP, Perhubungan, Bea Cukai, dari pada kita dikumpulkan terus diteliti satu satu, mari kita lakukan bersama sebagai optimalisasi penerimaan negara, karena dengan ini kita melihat apakah selisih besar atau kecil ketahuan‎," ujarnya.

Direktur Pembinaan Pengusahaa‎n Batubara Kementerian ESDM, Muhamad Hendarso, mengungkapkan pembangunan MVP merupakan respon Direktorat Jenderal Minerba untuk meningkatkan pengawasan atas kegiatan penjualan batubara secara online dengan lebih mudah, lebih akurat, lebih cepat, dan lebih transparan.

Melalui aplikasi ini, pengawasan kegiatan penjualan batubara dilakukan melalui verifikasi berjenjang mulai dari hulu sampai dengan hilir. Pengawasan dilakukan untuk setiap transaksi serah terima batubara melalui verifikasi secara online yang mencakup asal batubara, kualitas, kuantitas, penerimaan negara bukan pajak serta tujuan penjualan.

"Hasil verifikasi dituangkan dalam Laporan Hasil Verifikasi (LHV) yang dicetak melalui MVP sesuai dengan data-data penjualan batubara yang disampaikan oleh pemegang IUP," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 (mdk/bim)

Baca juga:
Jonan Sebut Tarif Listrik Belum Tentu Naik Meski Subsidi Energi di 2020 Dipangkas
Harga Batubara Murah, Menteri Jonan Pastikan Tarif Listrik Tak Naik Hingga 2020
Perang Dagang Berlarut Seret Harga Batubara September 2019 Makin Murah
Tanggapi Keluhan Masyarakat, KCN Bentuk Tim Khusus dan Gandeng Pakar IPB
Rugikan Negara Rp432 Miliar, 12 Penadah Batubara Ilegal di Sumsel Ditutup
Faisal Basri: 74 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Bergantung pada Batubara dan Sawit
ESDM: Harga Acuan Batubara dan Emas Naik di Agustus 2019

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.